JAKARTA, KOMPAS.com — Sosiolog yang kini Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Politik Daniel Sparingga menyatakan, selama hampir dua tahun pemerintahan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melihat dan merasakan sendiri beberapa kekurangan terkait kinerja pemerintahan pada umumnya dan kabinet pada khususnya.
Oleh sebab itu, Presiden Yudhoyono menyadari sifat kritis pada sisa waktu tiga tahun pemerintahannya untuk meningkatkan kinerja kabinetnya.
"Ini jadi prioritas dan momentum perubahan," tandas Daniel saat dihubungi Kompas, Sabtu (17/9/2011) di Jakarta.
Presiden Yudhoyono, tambah Daniel, akan memakai semua kewenangan dan kekuasaannya untuk melakukan perubahan yang penting dan perlu agar kesenjangan di antara apa yang yang dikerjakan pemerintah dan persepsi publik tentang hasil pembangunan menjadi kian kecil.
"Semua koreksi dan arah kebijakan baru ini merupakan penegasan kembali pada prinsip bertindak untuk rakyat dan bukan pada pencitraan," lanjut Daniel.
Daniel menegaskan, "Ini saat penting karena ini saatnya kami menjawab sebagian keraguan publik atas kepemimpinan Presiden Yudhoyono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang