Hujan, Waspadai Lahar Dingin Merapi

Kompas.com - 18/09/2011, 15:28 WIB

SLEMAN, KOMPAS.com — Warga di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi harus mewaspadai kemungkinan ancaman banjir lahar dingin pada musim hujan Oktober mendatang. Hujan deras akan membawa material vulkanik dari letusan gunung yang masih tersisa di lereng-lereng gunung.

"Kami harapkan masyarakat siaga dan waspada ancaman banjir lahar dingin karena musim hujan pertengahan Oktober ini berpotensi longsor material vulkanik yang ada di lereng Merapi," kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Urip Bahagian, Minggu (18/9/2011) di Sleman.

Urip mengatakan, selain waspada terhadap ancaman lahar dingin, kesiapsiagaan juga dilakukan dengan tidak menggerus atau mengambil timbunan pasir atau material yang berfungsi sebagai tanggul di kiri dan kanan aliran sungai.

"Tumpukan material tersebut difungsikan sebagai penahan untuk antisipasi lahar dingin. Selain itu bronjong-bronjong yang sudah dipasang harus dirawat dan diperhatikan agar tidak rusak," katanya.

Ia mengatakan, antisipasi banjir lahar dingin terdiri dari dua langkah, yakni normalisasi aliran sungai dan kesiapsiagaan masyarakat. Normalisasi sungai sudah dilakukan sejak material memenuhi sungai-sungai yang berhulu Merapi, seperti Sungai Gendol, Opak, Kuning, dan Boyong.

Kesiapsiagaan masyarakat juga sudah dilatih, baik melalui sosialisasi maupun simulasi penanggulangan dan penanganan bencana yang dilakukan beberapa waktu lalu. Urip mengatakan, pengalaman banjir lahar dingin yang menerjang beberapa waktu lalu harus menjadikan masyarakat lebih siap, terutama untuk penyelamatan diri.

"Kami berharap agar masyarakat yang berada di pinggirian sungai mulai menata pertahanan agar material dari lahar dingin tidak masuk ke permukiman penduduk," ujarnya. Jika hujan dianggap deras dan berpotensi menyebabkan banjir lahar dingin, masyarakat harus segera menyelamatkan diri.

Urip menyatakan, BPBD Sleman dan BPBD Propinsi DIY akan melakukan koordinasi dengan masyarakat yang berada di wilayah banjir untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan. Koordinasi ini akan dilakukan mulai dari kecamatan hingga desa dan dusun di kawasan yang diprediksi rawan banjir lahar dingin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau