TEGAL, KOMPAS.com — Permintaan perbaikan kapal di wilayah Tegal, Jawa Tengah, meningkat, sebagai dampak cuaca buruk yang terjadi bulan lalu. Akibat terjangan ombak besar, banyak kapal milik nelayan yang bocor atau rusak sehingga harus diperbaiki.
Menurut pengelola dok perbaikan kapal KUD Karya Mina Tegal, Suharto (27), peningkatan permintaan perbaikan kapal meningkat sejak awal September. Hingga saat ini, sudah terdapat 20 kapal yang mengantre untuk diperbaiki.
Padahal, biasanya permintaan perbaikan kapal hanya sekitar enam hingga 10 kapal per bulan. Kerusakan sebagian besar kapal terdapat pada lambung kapal, seperti bocornya papan atau hilangnya paku pengait.
Selain rusak karena terkena benturan ombak besar, sebagian kapal juga diperbaiki sebagai bentuk perawatan rutin. Biaya perbaikan kapal bervariasi mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 75 juta per kapal. ”Setahun atau satu setengah tahun sekali, kapal harus diperbaiki,” kata Suharto.
Pardi (55), salah seorang pemilik kapal di Tegalsari, Kota Tegal, mengemukakan bahwa ombak besar yang terjadi beberapa waktu lalu menimbulkan kerusakan pada lambung kapalnya. Kondisi itu diperparah dengan usia kapal yang sudah tua, sekitar 15 tahun.
Menurut dia, untuk bisa masuk ke dok perbaikan kapal harus mengantre hingga dua pekan. Perbaikan kapalnya mulai dilakukan dua hari lalu dan diharapkan selesai dalam sepekan ke depan. Selama perbaikan, ia terpaksa tidak melaut untuk sementara waktu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang