TABANAN, KOMPAS.com —Para petani yang sawahnya kekeringan di Desa Batan Nyuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, terpaksa membabat habis tanaman padi mereka yang gagal panen. Tanaman padi yang gagal panen itu akhirnya dipakai untuk pakan sapi.
Salah satu petani, I Ketut Rimin (60), mengatakan, sawah seluas 7 hektar miliknya mengering sejak tiga bulan lalu. Tanahnya tampak pecah-pecah dan tanaman padinya layu. ”Karena gagal panen, kami kehilangan sekitar 4,9 ton hasil panen,” kata Rimin, Minggu (18/9/2011) di Tabanan.
Menurut Rimin, kekeringan parah ini baru terjadi tahun ini. Ia dan petani lainnya pun sedang mencari cara lain untuk tetap mendapat penghasilan.
Wilayah Subak Apit Jaring yang mencakup Desa Batan Nyuh dan Desa Kuwum di Tabanan ini memiliki sawah seluas 157 hektar. ”Separuh lebih kekeringan,” kata pekaseh Subak Apit Jaring, Gede Ketut Sukanta.
Saat ini Sukanta telah mengajukan permintaan bantuan produksi kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan. ”Kami rugi Rp 2,5 juta per hektar gara-gara kekeringan ini,” kata Sukanta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang