Ketidakadilan

Upaya Palestina Akan Gagal

Kompas.com - 19/09/2011, 02:22 WIB

JERUSALEM, MINGGU - Upaya Palestina mendapatkan status sebagai negara akan sirna. Demikian diutarakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Jerusalem, Minggu (18/9).

Alasannya, kata PM Israel itu, Palestina telah melangkahi sebuah syarat, yakni proses perundingan dengan Israel yang harus didahulukan. Dia menambahkan, Israel sedang bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menggagalkan upaya Palestina itu di forum Dewan Keamanan PBB.

Namun, perundingan Israel- Palestina sejauh ini tidak pernah sukses dan ketidakadilan selalu mendera Palestina. Akan tetapi, Netanyahu menyatakan kegagalan perundingan itu akibat ulah Palestina sendiri.

Sebaliknya, pihak Palestina sudah sangat skeptis dengan komitmen Netanyahu soal perundingan yang akan menciptakan perdamaian. Dengan alasan ini, pihak Palestina menolak berunding karena merasa tidak perlu lagi.

Alasan Palestina, setiap proses perundingan setidaknya harus disertai dengan penghentian pembangunan permukiman di wilayah Palestina yang sampai sekarang diduduki Israel.

Torpedo

Netanyahu tidak setuju dengan opini Palestina itu. ”Hal yang benar adalah Israel menginginkan perdamaian dan kebenaran yang lain adalah Palestina melakukan apa saja yang bisa mereka lakukan untuk menorpedo perundingan langsung soal perdamaian,” kata Netanyahu dalam pertemuan mingguan kabinet.

”Mereka harus memahami bahwa meski ada upaya mengabaikan perundingan dengan Israel, disertai upaya mendapatkan pengakuan di Dewan Keamanan PBB, perdamaian hanya bisa dicapai lewat perundingan langsung dengan Israel. Upaya mereka mendapatkan keanggotaan penuh PBB akan gagal,” ujar Netanyahu.

Sikap Israel ini tampaknya didukung AS. Presiden AS Barack Obama akan mengadakan pertemuan dengan Netanyahu di New York, tetapi tidak ada rencana bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Abbas menegaskan, pekan lalu, upaya meraih status keanggotaan PBB adalah keinginan warganya.

(AP/AFP/REUTERS/MON)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau