Perombakan kabinet

Jusuf Kalla Ogah Komentar Soal Reshuffle

Kompas.com - 19/09/2011, 07:11 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Mantan wakil presiden (wapres) Jusuf Kalla tak mau berkomentar soal wacana perombakan kabinet atau reshuffle. Ia mengatakan, soal reshuffle bukan lagi menjadi urusannya dan merupakan wewenang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Demikian diutarakan Kalla di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (18/9/2011). Kalla yang hadir untuk menyaksikan uji coba penaburan benih dengan helikopter, tiba di Bandar Udara (Bandara) Tjilik Riwut, Palangkaraya dengan pesawat pribadi sekitar pukul 08.35.

Ia kemudian meluncur menuju lokasi acara bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang dan tiba sekitar pukul 09.30. Awalnya, Kalla tampak antusias menyaksikan aktivitas tersebut. Helikopter bolak-balik sebanyak enam kali untuk menebar benih.

Sekitar pukul 11.15, acara selesai dan Kalla beranjak menuju mobil bersama Teras Narang . Saat itulah, ia ditanya tanggapan tentang reshuffle. Waduh, saya tidak.. Itu urusan presiden. Bukan urusan saya, kata Kalla cepat-cepat berlalu menuju mobil seraya menyungging senyum khasnya. 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau