GIANYAR, KOMPAS.com — Pascabentrok perebutan Pura Dalem, Pura Mrajapati, dan kuburan antara warga Kemoning dan warga Budaga, Kecamatan Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali, saat ini situasi berangsur normal.
"Situasi dan kondisi pascabentrok warga Budaga dengan Kemoning berangsur normal, tampak sebagian warga sudah melakukan aktivitas sehari-harinya," kata Wakapolres Klungkung Kompol I Gede Suwahyu, Senin (19/9/2011).
Kendati demikian, aparat kepolisian masih siaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Penjagaan masih diperketat, kami akan tarik jika situasi sangat normal," kata Suwahyu.
Ia mengatakan, pihaknya masih menempatkan personel dari jajaran Brimob Polda Bali, TNI, serta aparat Kepolisian Klungkung di tempat kejadian perkara. Ketika ditanya soal penguburan almarhum Ketut Ariaka (56), Suwahyu belum mengetahui secara pasti karena jenazah korban masih dititipkan di RSUP Sanglah.
Sebelumnya, aparat Polres Klungkung mengamankan puluhan senjata tajam dan bom molotov pascabentrok warga Kemoning dan Budaga. Kapolda Bali Irjen Totoy H Indra serta Gubernur Bali I Made Mangku Pastika juga sudah mengunjungi puluhan korban bentrok yang masih dirawat di RSUD Klungkung dan Rumah Sakit Bintang.
Seperti diberitakan, bentrok perebutan Pura Dalem, Setra, dan Prajapati terjadi antara warga Kemoning dan Budaga. Selain menewaskan seorang warga, dalam bentrokan pada Sabtu (17/9/2011) sore itu, puluhan warga terluka. Sebagian besar dari mereka terkena luka tembak dari senjata yang dilepaskan aparat Brimob.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang