Pascabentrok, Situasi Klungkung Mulai Normal

Kompas.com - 19/09/2011, 13:26 WIB

GIANYAR, KOMPAS.com — Pascabentrok perebutan Pura Dalem, Pura Mrajapati, dan kuburan antara warga Kemoning dan warga Budaga, Kecamatan Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali, saat ini situasi berangsur normal.

"Situasi dan kondisi pascabentrok warga Budaga dengan Kemoning berangsur normal, tampak sebagian warga sudah melakukan aktivitas sehari-harinya," kata Wakapolres Klungkung Kompol I Gede Suwahyu, Senin (19/9/2011).

Kendati demikian, aparat kepolisian masih siaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Penjagaan masih diperketat, kami akan tarik jika situasi sangat normal," kata Suwahyu.

Ia mengatakan, pihaknya masih menempatkan personel dari jajaran Brimob Polda Bali, TNI, serta aparat Kepolisian Klungkung di tempat kejadian perkara. Ketika ditanya soal penguburan almarhum Ketut Ariaka (56), Suwahyu belum mengetahui secara pasti karena jenazah korban masih dititipkan di RSUP Sanglah.

Sebelumnya, aparat Polres Klungkung mengamankan puluhan senjata tajam dan bom molotov pascabentrok warga Kemoning dan Budaga. Kapolda Bali Irjen Totoy H Indra serta Gubernur Bali I Made Mangku Pastika juga sudah mengunjungi puluhan korban bentrok yang masih dirawat di RSUD Klungkung dan Rumah Sakit Bintang.

Seperti diberitakan, bentrok perebutan Pura Dalem, Setra, dan Prajapati terjadi antara warga Kemoning dan Budaga. Selain menewaskan seorang warga, dalam bentrokan pada Sabtu (17/9/2011) sore itu, puluhan warga terluka. Sebagian besar dari mereka terkena luka tembak dari senjata yang dilepaskan aparat Brimob.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau