Waspadai, Komponen Palsu BMW

Kompas.com - 19/09/2011, 16:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembajakan dan pemalsuan barang saat ini kian marak terjadi. Menurut studi yang dilakukan Komisi Eropa, kejahatan ini sudah masuk pasar otomotif dan mencapai 10% dari volume perdangangan dunia yang berakibat kerugian berupa hilangnya pemasukan dan pajak.

Namun bukan hal itu yang mendasari BMW Group melancarkan aksi kampanye "Brand Protection Program" (anti pembajakan), hari ini (19/9) di Hotel Kempinski, Jakarta. Kegiatan dilakukan secara serempak di seluruh dunia dengan merangkul media serta para komunitas pemilik BMW.

"Efek paling bahaya adalah akibat barang yang tidak sesuai sehingga menimbulkan dampak buruk terhadap keselamatan pengguna dan orang di sekitarnya," jelas Yip Chee Choon, Parts Expert BMW AG yang ketika ditanya lokasi pemalsu suku cadang, tidak mau menjelaskannya.  Barang palsu yang beredar dipasaran, lanjut Choon memang cukup menarik perhatian karena dijual dengan harga yang relatif lebih murah antara 25 - 50 % dari aslinya. Kebanyakan yang ditiru adalah fast moving dan komponen tersebut tidak dijamin kekuatan dan fungsinya karena dibuat tidak sesuai dengan standardisasi BMW.

Langkah-langkah yang diambil dalam memberantas barang bajakan ini  cukup serius dan sudah banyak tertangkap di pasar. Bahkan pabrik pembuatnya pun sudah diproses melalui jalur hukum. Sedangkan barang sitaan langsung dihancurkan tanpa sisa. Pihak BMW menyarankan untuk menggunakan dan membeli dari bengkel resmi untuk menghindari barang palsu. Karena secara kasat mata barang fast moving tersebut nyaris tak terlihat bedanya.

Hal lain yang disayangkan BMW Group Indonesia adalah tahun-tahun belakangan ini disinyalir produk ilegal dan distribusi Original Parts, Original Accessories dan BMW Merchandising & Lifestyle yang dipalsukan kian meningkat. Selain unsur safety, yang juga mengkhawatirkan adalah reputasi BMW Group di mata pengguna setia BMW.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau