Bekasi, Kompas
Hal itu dikemukakan Direktur Pemasaran Perumnas Teddy Robinson, di sela serah terima hunian Tower B Apartemen Grand Centerpoint, di Bekasi, Senin (19/9). Apartemen Grand Centerpoint direncanakan terdiri atas empat menara.
Setiap menara terdiri atas 435 unit. Adapun Tower A dan B sudah terbangun dan diserahterimakan, sedangkan Tower C masih dalam tahap pemasaran.
Pihaknya kini sedang mengkaji pembangunan kondominium hotel (kondotel) sebagai pengganti Tower D. Kondotel sekelas bintang tiga itu rencananya dikelola dengan melibatkan grup pengelola hotel dalam negeri.
”Kami sedang menjajaki pembangunan kondotel sebagai transformasi peran Perumnas dan strategi pasar,” ujar Teddy.
Kondotel yang terjual kepada konsumen akan dikelola oleh Perumnas untuk disewakan untuk jangka waktu tertentu, sehingga ada jaminan pendapatan bagi konsumen. Harga kondotel ditaksir sekitar Rp 300 juta per unit.
Ia menilai, pasar kondotel masih sangat menarik di Bekasi, terutama karena belum banyak dibangun hotel untuk pertemuan. Target pasar kondotel adalah masyarakat menengah ke atas.
Apartemen Grand Centerpoint semula diperuntukkan bagi masyarakat menengah bersubsidi dengan harga jual unit maksimum Rp 144 juta. Namun, sebagian besar konsumen apartemen Tower A dan Tower B ternyata melakukan pembeli dengan skim nonsubsidi.
Untuk itu, pihaknya kini memfokuskan penjualan apartemen Tower C dengan skim nonsubsidi. Tower C Apartemen Grand Centerpoint saat ini dijual dengan harga maksimum Rp 200 juta per unit, dilengkapi,