Justin Rose (31) akhirnya memenuhi keinginan dirinya setelah tampil sebagai juara di turnamen BMW Championship 2011, Minggu (18/9), di Cog Hill Golf & Country Club, Lemont, Illinois, Amerika
Bukan karena pegolf kelahiran Johannesburg, Afrika Selatan, dengan kewarganegaraan Inggris itu, berhak membawa pulang cek sebesar 1,44 juta dollar AS (Rp 12,7 miliar), dari total hadiah sebesar 8 juta dollar AS (Rp 70,7 miliar).
Tetapi, karena dengan kemenangan tersebut, Rose memperoleh tiket untuk tampil di turnamen The Tour Championship yang diprakarsai Coca-Cola, yang akan berlangsung pekan ini. Tepatnya, mulai Kamis (22/9) hingga Minggu (25/9).
Turnamen yang bakal berlangsung di East Lake Golf Club, Atlanta, Georgia, AS, berhadiah total 8 juta dollar AS tersebut, merupakan grand final dari empat seri babak play off
”Ini merupakan kemenangan saya yang paling baik selama ini karena sebelumnya didahului persaingan yang ketat. Itu sebabnya, rasa percaya diri saya pun semakin bertambah untuk menghadapi turnamen play off berikutnya,” tutur Rose.
Jelas bukan hanya karena bisa bermain di babak grand final FedExCup itu saja. Tetapi, berikutnya Rose bisa menjadi pegolf terbaik di FedExCup yang bakal memperoleh hadiah sebesar 10 juta dollar AS.
Biasanya yang keluar sebagai pemenang di turnamen The Tour Championship inilah yang berhak membawa pulang cek sebesar 10 juta dollar AS karena akan berpengaruh pada peringkat FedExCup-nya.
Itu pun masih ditambah dengan hadiah sebesar 1,44 juta dollar AS sebagai juara dari turnamen The Tour Championship yang diprakarsai Coca-Cola itu.
Rose semula tidak dijagokan sama sekali untuk menjuarai turnamen BMW Championship. Sebab, dia hanya pegolf di urutan ke-34 di FedExCup, seusai turnamen Deutsche Bank Championship, seri kedua babak play off FedExCup 2011.
Itu sebabnya, dengan bermain 13 di bawah par 271 pada babak final membuatnya langsung melompat ke peringkat ke-31. Dan kini menjadi penghuni peringkat ke-3 FedExCup.
Selain Rose yang membuat lompatan besar, pegolf Australia, John Senden, yang berhasil keluar sebagai peringkat ke-2 dengan 11 di bawah par 273, juga membuat lompatan signifikan.
Sebab, sebelum babak final BMW Championship, Senden masih berada di peringkat ke-55. Tetapi, setelah bertengger di posisi peringkat kedua, ia langsung naik ke peringkat kesembilan. Tak pelak, Senden pun berhak main di Atlanta, minggu ini.
Jika Senden dan Rose mampu mendapat tiket ke Atlanta, lain dengan nasib Jim Furyk, juara play off tahun lalu. Furyk gagal mendongkrak peringkatnya dari posisi ke-35.
Malah sebaliknya, dengan bermain even par 284, Furyk justru harus turun ke peringkat ke-36. Itu sebabnya ia tidak berhak tampil di Atlanta.
”Saya sungguh kecewa. Dan, tahun ini merupakan tahun yang sungguh mengecewakan. Karena saya memulai dengan posisi di peringkat ke-60-an, ketika mengawali babak play off FedExCup ini,” ucap Furyk.
”Semula saya berpikir bakal memperoleh momentum untuk bisa bermain lebih baik lagi menjelang akhir musim ini. Tetapi, ternyata, ketika bermain hingga kesempatan akhir pun malah semakin buruk,” tambah Furyk yang merupakan jawara US Open 2003.
Oleh karena itu, tambah Furyk, ”Saya hanya bisa berusaha untuk menenangkan diri karena semuanya sudah berlalu.”
Phil Mickelson, mantan pegolf nomor dua dunia, sekalipun bermain 7 di atas par 291, tetapi peringkatnya di FedExCup masih di urutan ke-14 setelah sebelumnya berada di peringkat ke-10. Dengan begitu, Mickelson masih memiliki peluang menjadi juara FedExCup 2011 ini.
Dengan begitu, babak grand final FedExCup 2011—yang akan berlangsung minggu ini—masih tetap akan menarik, sekalipun tanpa Tiger Woods yang merupakan bintang dunia golf.