Lingkungan

Greenpeace Bikin Bingung Greenomics

Kompas.com - 20/09/2011, 11:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Greenomics Indonesia menjadi bingung atas pernyataan pers Greenpeace yang meminta pencabutan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 62 Tahun 2011. Isi Permenhut mengatur legalisasi perkebunan sawit di dalam kawasan hutan sebagai tanaman kehutanan.

Pasalnya, pada tanggal 9 Februari 2011 lalu, Greenpeace memberikan dukungannya terhadap operasi perkebunan sawit milik Golden Agri. Padahal, sebagian besar areal konsesi sawit milik Grup Sinarmas di Provinsi Kalimantan Tengah masih dinyatakan berada di dalam kawasan hutan berdasarkan laporan audit BPK dan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 292/Menhut-II/2011.

Agar tidak membingungkan publik, Greenomics meminta agar Greenpeace mencabut terlebih dahulu dukungannya terhadap operasi perkebunan sawit Golden Agri yang beroperasi di kawasan hutan, sebelum meminta Menteri Kehutanan mencabut Permenhut Nomor 62 Tahun 2011 tersebut.

Demikian pernyataan Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi, yang disampaikan di Jakarta (20/9/2011).

Greenomics, termasuk ICW, telah mengingatkan Greenpeace agar menarik dukungan terhadap operasi sawit milik Golden Agri tersebut hingga persoalan status hukum atas areal konsesi-konsesi sawit Grup Sinarmas itu diselesaikan terlebih dahulu.

"Tapi, Greenpeace belum menarik dukungannya tersebut," jelas Elfian.

Jika sekarang Greenpeace meminta Menteri Kehutanan untuk mencabut Permenhut Nomor 62 Tahun 2011, lanjut Elfian, tentu permintaan Greenpeace itu sangat membingungkan.

"Mengapa dikatakan membingungkan, karena sebelum Permenhut itu terbit, Greenpeace terlebih dulu telah mendukung operasi perkebunan sawit Grup Sinarmas yang sebagian besar konsesinya di Kalteng masih dinyatakan berada di dalam kawasan hutan," Elfian menambahkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau