JAKARTA, KOMPAS.com — Pada dua hari pertama pekan ini, indeks terus mengalami kecenderungan melemah. Sejak dibuka tadi pagi, indeks sempat menyentuh level 3.685 sebagai posisi terendah menjelang penutupan sesi siang ini. Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia akhirnya melemah 68,1 poin atau 1,81 persen ke level 3.686,9.
Hingga pukul 11.38, tren perlemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terjadi ketika indeks berada di level 3.689 atau terpuruk 1,75 persen dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya. Indeks kemudian mendekati posisi terendah baru, yakni di level 3.685.
Bursa di Asia dan Eropa dilaporkan jatuh pada hari ini setelah lembaga pemeringkat utang Standard and Poors menurunkan peringkat utang Italia sebagai dampak penolakan Zona Euro memberikan bantuan uang tunai lanjutan kepada Yunani. Penolakan itu dikhawatirkan akan mengaitkan krisis utang di Eropa pada krisis lanjutan yang lebih parah, yakni sistem perbankan.
Kerusakan pada perekonomian Eropa tersebut menyebabkan harga minyak mentah ikut terpuruk. Masalah ekonomi Eropa diperkirakan akan memberatkan sektor industri, konsumen utama minyak mentah. Situasi ini mendorong investor mengarahkan dananya ke nilai tukar dollar AS. Itu terdorong oleh perkiraan akan adanya program lanjutan quantitative easing dari bank sentral AS minggu ini.
"Ini hanya menambah efek penularan krisis lebih luas ketimbang hanya Yunani dan mendorong peralihan modal ke aset yang dianggap aman di pasar ini," ujar Ekonom Senior Nomura Australia, Stephen Robert.
Pantauan Kompas terhadap perangkat teknikal pada 20 September 2011 menunjukkan sinyal yang diberikan perangkat Average Directional Movement Index (ADX) berada dalam tekanan penurunan harga saham. Ini ditunjukkan dengan semakin turunnya posisi pergerakan indikator +DI yang pada perdagangan kemarin ada di level 17,98 (enam hari lalu masih ada di level 22,74). Sebaliknya, indikator -DI justru meningkat di level 31,05 yang mengindikasikan bahwa tekanan penurunan harga memang sedang menggejala.
Hari ini seluruh bursa di Amerika Serikat dan Eropa memerah. Diawali pada perlemahan bursa di zona Amerika dan Amerika Latin pada Senin (19/9/2011) malam. Kondisi itu berlanjut pada beberapa bursa di zona Asia yang juga terpuruk.
Selain IHSG di BEI, indeks lain yang memerah adalah Indeks Nikkei 225 yang berada di level 8.727 terperosok 136 poin atau 1,54 persen. Lalu setelah terpuruk sehari kemarin, indeks Hang Seng terdongkrak naik di level 18.936 atau menguat 18,88 poin (0,1 persen), begitu juga dengan indeks CSI 300 China bergerak ke posisi 2.687 atau menguat 8,14 poin (0,3 persen). Namun, indeks TWSE Taiwan melemah ke posisi 7.465 atau melorot 15,8 poin (0,21 persen).
Zona hijau juga terjadi di bursa India, di mana indeks Sensex berada di level 16.924 atau menguat 179 poin ( 1,07 persen). Adapun dari Korea Selatan, indeks Kospi berada di level 1.282 atau menguat tipis 8,03 poin (0,44 persen). Di kawasan Asia selatan, indeks ASX 200 di Australia bercokol di level 4.041 atau melemah 40,5 poin (0,99 persen), sedangkan indeks STI Singapura bertengger di 2.763 masih menguat 5,9 poin (0,21 persen).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang