CIREBON, KOMPAS.com - Puluhan orang yang menamakan dirinya Aksi Aliansi Rakyat Cirebon berdemo di depan Balai Kota Cirebon, Selasa (20/9/2011).
Aksi ini sempat ricuh karena pendemo sempat membakar papan bergambar Wali Kota Cirebon Subardi dan berusaha menabrak pintu gerbang dengan mobil sedan. Pintu gerbang Balai Kota pun ringsek sementara massa berhasil ditahan oleh aparat Kepolisian Sektor Kota Cirebon yang mengenakan senjata lengkap.
Anggota polisi yang berjumlah lebih dari tiga peleton itu membawa senjata laras panjang dan membawa tameng lengkap. Massa melempari gerbang dengan tomat dan telur.
Aksi itu dilakukan untuk menuntut wali kota Cirebon mengupayakan pembebasan Suryana dan Sunaryo, dua tersangka korupsi APBD 2004 senilai Rp 4,9 miliar. Keduanya ditahan pada 16 Agustus 2011 oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat.
"Wali kota harus bertanggungjawab mengupayakan pembebasan Suryana dan Sunaryo karena dialah (Subardi) yang merancang penahanan ini," kata koordinasi aksi Budi Permadi.
Budi menyebut penahanan mantan Ketua DPRD Kota Cirebon Suryana dan Wakil Wali Kota Cirebon Sunaryo adalah upaya penjegalan oleh Wali Kota Subardi. Penahanan mereka dinilai tak adil karena 12 tersangka lain dalam kasus itu belum ditahan. "Ini grand design menjegal Sunaryo dan Suryana yang akan maju pada 2013 sebagai calon wali kota," kata Budi.
Sementara itu, tim negosiasi dari pengunjuk rasa akhirnya ditemui oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon Hasanudin Manab. Manab yang sedang sakit dipaksa ke luar menuju kantor Kejaksaan Negeri Cirebon. Beberapa orang dengan kasar menerobos Balai Kota dan berusaha mencari Subardi. "Subardi kalau perlu akan kami culik," ujar Budi yang kalap
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang