Kisruh cirebon

Demo Penangguhan Suryana dan Sunaryo

Kompas.com - 20/09/2011, 13:38 WIB

CIREBON, KOMPAS.com - Puluhan orang yang menamakan dirinya Aksi Aliansi Rakyat Cirebon berdemo di depan Balai Kota Cirebon, Selasa (20/9/2011).

Aksi ini sempat ricuh karena pendemo sempat membakar papan bergambar Wali Kota Cirebon Subardi dan berusaha menabrak pintu gerbang dengan mobil sedan. Pintu gerbang Balai Kota pun ringsek sementara massa berhasil ditahan oleh aparat Kepolisian Sektor Kota Cirebon yang mengenakan senjata lengkap.

Anggota polisi yang berjumlah lebih dari tiga peleton itu membawa senjata laras panjang dan membawa tameng lengkap. Massa melempari gerbang dengan tomat dan telur.

Aksi itu dilakukan untuk menuntut wali kota Cirebon mengupayakan pembebasan Suryana dan Sunaryo, dua tersangka korupsi APBD 2004 senilai Rp 4,9 miliar. Keduanya ditahan pada 16 Agustus 2011 oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat.

"Wali kota harus bertanggungjawab mengupayakan pembebasan Suryana dan Sunaryo karena dialah (Subardi) yang merancang penahanan ini," kata koordinasi aksi Budi Permadi.

Budi menyebut penahanan mantan Ketua DPRD Kota Cirebon Suryana dan Wakil Wali Kota Cirebon Sunaryo adalah upaya penjegalan oleh Wali Kota Subardi. Penahanan mereka dinilai tak adil karena 12 tersangka lain dalam kasus itu belum ditahan. "Ini grand design menjegal Sunaryo dan Suryana yang akan maju pada 2013 sebagai calon wali kota," kata Budi.

Sementara itu, tim negosiasi dari pengunjuk rasa akhirnya ditemui oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon Hasanudin Manab. Manab yang sedang sakit dipaksa ke luar menuju kantor Kejaksaan Negeri Cirebon. Beberapa orang dengan kasar menerobos Balai Kota dan berusaha mencari Subardi. "Subardi kalau perlu akan kami culik," ujar Budi yang kalap

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau