JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa pengeroyokan wartawan yang dilakukan siswa-siswa SMA 6 dalam insiden yang terjadi pada Senin (19/9/2011) kemarin, menjadi pertimbangan bagi Kementerian Pendidikan Nasional dalam menaikkan status sekolah tersebut menjadi Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Direktur Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah (Ditjen Dikmen) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) Toto Supriyanto mengatakan, peristiwa kekerasan yang terjadi menjadi bahan evaluasi untuk menentukan sebuah Sekolah Standar Nasional (SSN) menjadi RSBI.
Menurutnya, secara umum peristiwa seperti kekerasan, bullying dan pendidikan karakter masuk menjadi poin evaluasi RSBI. Hasil evaluasi itu nantinya akan masuk menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan status RSBI di sebuah sekolah.
"Selain itu juga ada hal lain yang menjadi tolak ukur, seperti prestasi akademik dan sebagainya," kata Toto kepada Kompas.com, Selasa (20/9/2011) siang, di Jakarta.
Ia menjelaskan, meski saat ini status SMAN 6 masih merupakan SSN, tetapi peristiwa tersebut dapat menjadi masalah ketika sekolah tersebut ingin mengajukan diri sebagai RSBI. Akan tetapi, Toto belum dapat memastikan apakah SMAN 6 nantinya bisa menjadi RSBI atau tetap sebagai SSN. Proses RSBI saat ini masih dalam status moratorium dan hasil dari evaluasi RSBI juga baru akan keluar pada tahun 2012 mendatang.
"Intinya kita tidak bisa mendahului hasil investigasi kepolisian, terlebih RSBI kan sedang moratorium dan evaluasinya mungkin baru selesai 2012 mendatang," ujarnya.
"Yang jelas, saya sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi," lanjut Toto.
Menurutnya, pendidikan di sekolah tidak hanya mendidik secara akademik, tetapi juga membentuk karakter para siswanya. "Jika itu adalah pengeroyokan yang dilakukan oleh para siswa, maka menjadi tanggung jawab dan kerugian bersama. Saya berharap semua cepat selesai dan kejadian serupa tidak terulang," kata Toto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang