Hamilton Belum Menyerah di Singapura

Kompas.com - 20/09/2011, 17:10 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pebalap andalan McLaren Lewis Hamilton mengaku belum menyerah untuk mengejar gelar juara dunia, termasuk juga ambisinya memenangi balapan di Singapura, Minggu (25/9). Meski ia sadar peluangnya sirna ketika tampil di sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia gagal finish akibat tabrakan dengan pebalap Jepang Kobayashi.

Peluang Hamilton kian tertutup saat berlaga di sirkuit Monza, Italia, lalu dirinya hanya finish keempat. Padahal, kesempatan untuk memenangkan balapan cukup besar. Sayang, ia terlalu lama berada di belakang Michael Schumacher, sehingga membuyarkan ambisinya. Kini, selisih angka dengan pemimpin klasemen sementara Sebastian Vettel yang mengantongi 284 angka terepaut 126 angka.

"Saya benar-benar akan berusaha meraih hasil terbaik pekan depan (di Singapura). Sebenarnya, mobil memiliki kemampuan untuk menang di Belgia dan Italia. Jadi, saya ingin memastikan bahwa kami tiba di Singapura dengan settingan yang bagus," ujar mantan juara dunia 2008.

Hamilton menegaskan kalau dirinya tidak pernah menyerah dan akan merebut kemenangan. Ia bahkan sudah tidak sabar ingin berelomba di sirkuit jalanan (Marina bay) yang sangat menantang itu.

"Saya suka sirkuit jalanan dan sangat menikmati tempat ini. Ada beberapa tikungan cepat yang membutuhkan settingan yang pas, tapi juga banyak belokan 90 derajat. Jika Anda tikda sabar, maka akan kehilangan banyak waktu," paparnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau