Angkutan kota

Angkot Kaca Film Hitam Lolos dari Operasi Penertiban

Kompas.com - 20/09/2011, 21:21 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - Sejumlah angkutan kota (angkot) dengan menggunakan kaca film hitam masih lolos dari operasi petugas. Meski hari ini, Selasa (20/9/2011) penertiban di Depok dilaksanakan di dua lokasi, angkot dengan kaca hitam masih dapat lolos.

Angkot berkaca film hitam, misalnya, dapat dilihat di trayek Depok-Parung yang melintasi Jalan Raya Mochtar, Sawangan.

"Kalau masih ada yang menggunakan kaca film hitam, kami akan lanjutkan penertiban. Mereka tidak boleh memakai kaca hitam, karena dapat memicu kejahatan di dalam angkot," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi, Dinas Perhubungan Depok, Yusmanto.

Saat operasi, sejumlah angkot "ngumpet" tidak beroperasi di sejumlah tempat, di antaranya di warung di Jalan Raya Mochtar Sawangan. Di tempat itu, para sopir membicarakan operasi yang sedang berjalan. Usai operasi sopir kembali mengoperasikan angkot berkaca film hitam, seperti yang terjadi Selasa malam ini.

Hari ini Dinas Perhubungan Depok menjaring 55 angkot bermasalah di Jalan Tole Iskandar. Dari seluruh angkot tersebut, 30 angkot memakai kaca hitam, 25 di antaranya mendapat sanksi tilang.

Sementara di Jalan Arif Rahman Hakim, Satlantas Polres Kota Depok menindak 74 angkot bermasalah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau