Tunggakan listrik

Pemkot Pekanbaru Tak Bermaksud Nunggak

Kompas.com - 21/09/2011, 11:43 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com- Pemutusan aliran listrik penerangan jalan umum yang membuat kota Pekanbaru gelap gulita tadi malam, langsung ditanggapi serius.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Pekanbaru Hermanto Yasin mengungkapkan, pihaknya tidak bermaksud menunggak pembayaran listrik kepada PLN. "Uangnya sudah ada, namun masih ada permasalahan hukum yang mesti diselesaikan sebelum uang itu diserahkan kepada PLN," ujar Hermanto yang dihubungi hari Rabu (21/9/2011).

Hermanto mengakui, Pemerintah Kota Pekanbaru, cq Dinas Kebersihan Kota memiliki tunggakan iuran listrik penerangan jalan umum (PJU) kepada PLN sejak November 2010 (hampir satu tahun, bukan lebih setahun, Red) senilai Rp 35,6 miliar. Hanya, ada kendala pembayaran, terutama untuk tunggakan bulan November dan Desember 2010.

Berdasarkan aturan yang ada, APBD Pekanbaru 2011 tidak diperbolehkan untuk membayar keterlambatan tunggakan pada tahun sebelumnya. "Karena adanya larangan pada aturan itu, kami mesti mempertanyakan dahulu kepada Badan Pemeriksa Keuangan. Boleh tidak kami membayar tunggakan tahun 2010 pada tahun 2011? Kemarin, BPK sudah menjawab boleh, dengan alasan uang itu dipakai untuk kepentingan masyarakat. Namun masih ada proses administrasi yang mesti dijalankan lagi. Kalau sudah selesai, hari ini juga bisa kami bayar kepada PLN," kata Hermanto.

Secara terpisah, Kepala PLN Pekanbaru Ilham Santoso mengatakan, pihaknya siap menyambung kembali aliran listrik PJU kota Pekanbaru secepat mungkin. Persyaratannya cuma satu, apabila Pemkot Pekanbaru telah menyelesaikan tunggakan.

"Kami cuma mau bersikap terbuka kepada masyarakat. Tidak ada pelanggan yang diistimewakan apabila menunggak," kata Ilham.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau