DPR Lanjutkan Seleksi Hakim Agung

Kompas.com - 21/09/2011, 11:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi III DPR melanjutkan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap 18 calon hakim agung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/9/2011).

Hari ini Komisi III akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Syafrinaldi, Nurul Elmiyah, dan Ing R Sodikin. Ketiganya merupakan hakim nonkarier perdata. Saat ini, uji terhadap Syafrinaldi tengah berlangsung.

Pada uji yang dipimpin Ketua Komisi III Benny K Harman, anggota Dewan menanyakan berbagai pertanyaan kepada calon, termasuk promosi hakim di daerah dan kasus hukum Prita Mulyasari.

Terkait promosi hakim di daerah, Syafrinaldi, yang juga akademisi Universitas Islam Riau, mengatakan, hal tersebut dapat disinergikan dengan lembaga swadaya masyarakat, lembaga pemantau peradilan, perguruan tinggi, dan lainnya.

"Mereka bisa memantau promosi hakim di daerah," kata Syafrinaldi. Keterlibatan pihak di luar lembaga peradilan itu dapat dijadikan masukan sebelum seorang hakim dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Terkait kasus Prita, Syafrinaldi mengatakan, dirinya setuju bahwa ibu rumah tangga tersebut tak dapat dipidanakan. Syafrinaldi berpendapat, isi surat elektronik yang dikirimkan Prita tidak menimbulkan delik pidana. Dosen fakultas hukum universitas negeri di Riau tersebut berpendapat, tak ada unsur kesengajaan yang merugikan RS Omni secara material.

Sebelumnya, pada Selasa lalu, Komisi III menguji dua calon dari jalur karier, yaitu hakim tinggi pada Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA), Sunarto, dan Direktur Perdata Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum MA Rahmi Mulyati.

Komisi Bidang Hukum di DPR dijadwalkan akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan selama sepekan ke depan. Wakil Ketua Komisi III Fahri Hamzah mengatakan, seleksi hakim agung bukan hanya untuk mengisi kekosongan jabatan hakim agung. Komisi III perlu memilih hakim agung berintegritas, kompeten, dan sesuai kebutuhan MA.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau