JAKARTA, KOMPAS.com — Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat akan melakukan rapat khusus dengan pimpinan fraksi di DPR untuk membahas pemeriksaan seluruh pimpinan Badan Anggaran DPR oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan, DPR perlu serius menyikapi pemanggilan empat pemimpin Banggar sekaligus secara kelembagaan oleh KPK. Menurut dia, seharusnya KPK memanggil satu per satu pimpinan jika hendak meminta penjelasan terkait manajemen di Banggar.
"Kalau berkaitan dengan kebijakan, seyogianya pemanggilan dilakukan orang per orang, bukan pimpinan banggar secara kelembagaan. Ini menunjukkan ada sesuatu yang luar biasa di Banggar," kata Pramono di Kompleks DPR, Rabu (21/9/2011).
Seperti diberitakan, empat pemimpin Banggar diperiksa KPK kemarin. Mereka adalah Mirwan Amir, Tamsil Limrung, Melchias Marcus Mekeng, dan Ollay Dondokambey.
Pramono menambahkan, sebagai pimpinan, ia tidak menutup mata atas sorotan miring oleh publik terhadap Banggar. Terungkapnya kasus suap di Kementerian Pemuda dan Olahraga serta di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menunjukkan adanya penyimpangan di Banggar.
"Tapi tidak kemudian pimpinan Banggar secara kelembagaan yang diperiksalah. Sebab, kalau itu terjadi, tidak menutup kemungkinan suatu hari seluruh pimpinan DPR diperiksa. Itu sudah menyangkut marwah kelembagaan," tutur politisi PDI-P itu.
Seperti diberitakan, uang suap dalam proyek di Kemnakertrans disebut-sebut juga mengalir ke Banggar. Meski demikian, menurut Ketua KPK Busyro Muqoddas, pemeriksaan pimpinan hanya ingin mengetahui manajemen di Banggar, bukan karena keterlibatan mereka dalam kasus yang tengah ditangani KPK.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang