Migas

Ekspor Gas ke Singapura Perintah Siapa?

Kompas.com - 21/09/2011, 15:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Tanpa diperkirakan sebelumnya, muncul isu baru yang mengabarkan bahwa ada ekspor gas dalam jumlah besar, yakni 100 juta unit panas atau mmbtu, ke Singapura tanpa jelas siapa yang memerintahkannya.

Akibat aliran gas ke Singapura itu, pasokan gas ke pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Muara Tawar kekurangan separuh dari kebutuhan gasnya, yang mencapai 200 mmbtu setahun.

"Saya mendapatkan laporan dari PT PGN (perusahaan gas negara) yang menyatakan bahwa ekspor gas tambahan ke Singapura itu adalah hasil keputusan rapat kerja terbatas pada Maret 2011. Akibat penghentian gas dari PGN ini, Muara Tawar merugi Rp 6 triliun. Saya tanya, siapa yang memerintahkan pengiriman ini ke Singapura pada PGN. Menurut PGN, itu adalah hasil keputusan pemerintah," kata Ketua Komisi VII Effendi Simbolon di Jakarta, Rabu (21/9/2011) saat menanyakan hal tersebut kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ad-interim, Hatta Rajasa dalam rapat kerja dengan Komisi VII.

Menurut Effendi, masalahnya, tidak ada protes dari PLN sama sekali atas penghentian pasokan gas PGN itu. Padahal pada semua kontrak, akan ada bagian kontrak yang mengatur masalah persengketaan. "PLN seharusnya menggugat PGN. Sekarang apa yang dilakukan PLN? Sebab, setiap kerugian yang dialami BUMN akan berdampak pada penambahan beban pada APBN," ujarnya.

Atas dasar laporan dari PLN dan PGN itu, Effendi mengatakan, DPR telah meminta Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK mengaudit laporan itu. "Ini penting karena pada tahun 2012, pemerintah malah berencana menaikan TDL (tarif dasar listrik) 10 persen untuk menghemat subsidi listrik Rp 10 triliun. Padahal di sana-sini masih ada ketidakefisienan, termasuk dalam kasus Muara Tawar ini," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau