Unjuk rasa

Mogok Makan Rakyat Brebes Berakhir

Kompas.com - 21/09/2011, 15:51 WIB

BREBES, KOMPAS.com - Unjuk rasa disertai aksi mogok makan oleh sejumlah warga yang menyatakan diri sebagai rakyat Brebes di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah,  berakhir, Rabu (21/9/2011). Mogok makan menuntut penegakan supremasi hukum yang berlangsung sejak Senin siang tersebut, berakhir sekitar pukul 02.00.

Koordinator lapangan, Sartono, yang hingga Selasa malam masih bertahan di halaman kantor Pemkab Brebes, akhirnya bersedia pulang. Atribut unjuk rasa, seperti becak dan berbagai tulisan bernada protes juga ikut dibawa pulang.

Sartono bersedia pulang, setelah dijanjikan oleh salah seorang temannya untuk melakukan mediasi dengan pemerintah, dan mendapatkan kembali hak-haknya sebagai guru yang telah hilang.

Sebelumnya, ia adalah guru swasta pada salah satu SMA swasta di Brebes, yang sudah lolos sertifikasi guru. Namun Sartono tidak mendapatkan uang sertifikasi, karena ia diberhentikan dari pekerjaaannya, setelah melaporkan dugaan pungutan liar sertifikasi guru ke polisi.

"Tuntutan saya, hak saya mengajar dan hak tunjangan sertifikasi dikembalikan, serta penegakan hukum tetap dilakukan," ujar Sartono.

Ia memberi batas waktu satu pekan. Apabila dalam sepekan, pemerintah tidak mewujudkannya, ia berencana kembali turun ke jalan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau