BREBES, KOMPAS.com - Unjuk rasa disertai aksi mogok makan oleh sejumlah warga yang menyatakan diri sebagai rakyat Brebes di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berakhir, Rabu (21/9/2011). Mogok makan menuntut penegakan supremasi hukum yang berlangsung sejak Senin siang tersebut, berakhir sekitar pukul 02.00.
Koordinator lapangan, Sartono, yang hingga Selasa malam masih bertahan di halaman kantor Pemkab Brebes, akhirnya bersedia pulang. Atribut unjuk rasa, seperti becak dan berbagai tulisan bernada protes juga ikut dibawa pulang.
Sartono bersedia pulang, setelah dijanjikan oleh salah seorang temannya untuk melakukan mediasi dengan pemerintah, dan mendapatkan kembali hak-haknya sebagai guru yang telah hilang.
Sebelumnya, ia adalah guru swasta pada salah satu SMA swasta di Brebes, yang sudah lolos sertifikasi guru. Namun Sartono tidak mendapatkan uang sertifikasi, karena ia diberhentikan dari pekerjaaannya, setelah melaporkan dugaan pungutan liar sertifikasi guru ke polisi.
"Tuntutan saya, hak saya mengajar dan hak tunjangan sertifikasi dikembalikan, serta penegakan hukum tetap dilakukan," ujar Sartono.
Ia memberi batas waktu satu pekan. Apabila dalam sepekan, pemerintah tidak mewujudkannya, ia berencana kembali turun ke jalan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang