Relokasi Pengungsi Tertunda

Kompas.com - 21/09/2011, 15:56 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Relokasi 180 keluarga korban kerusuhan di Ambon, 11 September lalu, asal Waringin, Kelurahan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Maluku yang mengungsi di bangunan sekolah di Silale, Nusaniwe, tertunda, Rabu (21/9).

Koordinator Penanganan Pengungsi dari Pemerintah Kota Ambon, Yan Haumasse, di Ambon, Rabu (21/9/2011), mengatakan ada instruksi dari Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy untuk membenahi aula Telkom di Waringin sebelum memindahkan para pengungsi Waringin ke lokasi tersebut.

Wali Kota me minta ada sekat antar keluarga pengungsi. Selain itu, fasilitas lain yang dibutuhkan pengungsi perlu disiapkan , seperti kamar mandi. Hal ini baru dilakukan oleh dinas pekerjaan umum hari ini, katanya.

Ditanyakan berapa lama penyiapan seluruh fasilitas ini tuntas, Yan mengaku belum tahu pasti . Kami akan upayakan sesegera mungkin selesai. Setiap hari akan kami cek, sehingga jika lokasi sudah siap, akan segera kami pindahkan, tambahnya.

Berubahnya waktu relokasi ini membuat pengungsi bingung. Hari Selasa (20/9), mereka sudah mendengar kabar bahwa hari ini akan direlokasi. Beberapa dari mereka pun sudah bersiap pindah. Namun ternyata ditunggu hingga sore hari , tidak ada kejelasan .

Berulangkali warga tanya, saya juga bingung mau jawab apa. Kami semua dibuat bingung, ujar Ketua RW 3 Waringin La Mamu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau