BANDUNG, KOMPAS.com — Keputusan Eka Ramdani untuk hengkang dari Persib ke Persisam Samarinda memang melalui pertimbangan yang berat. Selain keluarganya, sebuah distro miliknya, ER8, di Jalan LLRE Martadinata, Bandung, Jawa Barat, terpaksa ditutup.
”Itu termasuk pengorbanan saya,” kata Eka di sela-sela pertemuan dengan manajemen Persib, Rabu (21/9/2011).
Salah satu reaksi keras yang timbul akibat kepindahan tersebut adalah bobotoh yang mendatangi distronya. Toko pakaian yang sudah tutup sejak beredar kabar kepindahan pemain bernomor punggung 8 itu memang akhirnya dikorbankan Eka.
Menurut dia, distro miliknya memang habis sewa kontraknya pada akhir tahun ini. Disinggung mengenai rencana memperpanjang sewa, dia hanya berujar bahwa lokasi tersebut sedang disengketakan tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Merek ER8 memang dibangun berdasarkan figur Eka di Persib dan menjual namanya sebagai ikon Persib. ER merupakan inisial namanya dan 8 adalah nomor punggungnya. Logo merek pakaiannya berupa inisial yang dibentuk menjadi gambar bintang.
Bobotoh yang juga aktif terlibat di manajemen PT PBB, Budi Bram Rachman, mengatakan, Eka pernah berkonsultasi padanya dua tahun lalu untuk membuat merek pakaian. Dari pilihan nama yang tersedia, ternyata Eka memilih untuk memakai namanya.
”Saya sudah sarankan sebaliknya karena mengkhawatirkan kejadian seperti hari ini. Namun, dia bersikeras dengan keputusan tersebut,” ujar Budi Bram.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang