Perahu terbalik

Empat Pemangku Pura Jadi Korban

Kompas.com - 21/09/2011, 20:57 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Duka mendalam menyelimuti keluarga pemangku Pura Dalam Ped, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Keempat putra sang pemangku harus meninggal karena tenggelam dan baru satu jenazah ditemukan.

Kapal motor Sri Murah Rejeki yang ditumpangi empat bersaudara dan teman sekaa angklung Gita Wiswara itu tenggelam sepulang dari ngayah upacara Ngaben (pembakaran jenazah) di Desa Jungutbatu, Nusa Lembongan.  

Keempat putra pemangku adalah I Wayan Muji, Ketut Ginarsa, Made Riawan, dan I Made Ngaji. I Wayan Muji sudah ditemukan, sedangkan tiga lainnya belum.

Mereka memang dikenal sebagai keluarga seniman dan ramah kepada siapa saja. Bahkan, empat anaknya berprofesi sebagai guru sekolah dasar. Selain sebagai guru, mereka juga menjadi pemangku seperti ayahnya. Dalam mengajar pun, mereka sering membagi ilmu kesenian kepada anak didik.  

Rencananya, salah satu putra pemangku yang telah ditemukan akan menjalani upacara pembakaran dan penguburan  Mekingsang Digeni (ini bukan upacara Ngaben). ”Sementara direncanakan Jumat 23 September mendatang,” kata Widana, kerabat korban.

Upacara ini merupakan prosesi sebelum digelar upacara Ngaben. Upacara ini bisa dilakukan sebelum Ngaben dengan membakar jenazah dan mengubur abu jenazah di setra (kuburan) sampai waktu yang tepat untuk upacara Ngaben.

Widana mengatakan, rumah pemangku terus didatangi kerabat dan tetangga. Bahkan, puluhan perempuan dan pria tanpa dikomando datang dan menyiapkan banten (sesaji) secara sukarela sebagai ngayah (bekerja tanpa imbalan) untuk menyiapkan prasarana dan sarana upacara.

Rombongan Wakil Bupati Klungkung Cokorda Gede Agung langsung menengok keluarga pemangku Pura Dalem Ped serta beberapa korban selamat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau