Taekwondo australia terbuka 2011

13 Emas di Australia Jadi Modal Bagus di SEA Games

Kompas.com - 21/09/2011, 21:19 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Tim nasional taekwondo Indonesia berhasil merebut 13 emas, 4 perak, dan 3 perunggu di Australia Terbuka 2011, belum lama ini. Keberhasilan timnas taekwondo di Gold Coast, Australia, ini bisa menjadi pemicu semangat untuk meraih target sesungguhnya di SEA Games XXXVI pada November 2011.

Hal itu diungkapkan pimpinan rombongan tim taekwondo Indonesia, Lioe Nam Khiong, yang dikonfirmasi melalui telepon Internasional oleh wartawan, Rabu (21/9/11).

"Harus diakui kemampuan taekwondo Australia dan sekitarnya masih di bawah kita. Tetapi saya minta atlet jangan besar kepala dulu karena ujian sesungguhnya nanti adalah di SEA Games XXVI," kata Lioe Nam Khiong yang akrab disapa Grand Master di kalangan taekwondoin.

Dia mengingatkan, kekuatan cabang taekwondo di tingkat Asia Tenggara sangat ketat dalam persaingan di masing-masing kelas. "Jangan cepat berpuas diri dulu, ini kan cuma uji coba. Nanti kita lihat di SEA Games," tuturnya.

Pada Kejuaraan Australia Terbuka yang berlangsung pada 17 dan 18 September 2011, Indonesia secara keseluruhan meraih 13 medali emas, 4 medali perak, dan 3 medali perunggu. Bahkan taekwondoin Indonesia juga sukses menciptakan "All Indonesian Final", seperti yang terjadi di kelas Bantam Putri -53 Kg.

Di kelas ini, taekwondoin putri binaan Yayasana Universal Taekwondo Indonesia, Siska Permata Sari, meraih kemenangan dengan skor 15-6. Kemudian di kelas Bulu -68 kg, Gerry Rangga Vega membukukan kemenangan 7-4 atas taekwondoin tuan rumah.

Dalam kejuaraan tersebut, PB TI menerjunkan dua tim, yakni tim pelatnas yang dipersiapkan ke SEA Games terdiri atas enam putra dan enam putri, yang meraih 8 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Sedangkan tim lain adalah yang dipersiapkan mengikuti Ajang Pra kualifikasi Olimpiade 2011 di Thailand November mendatang, yang berkekuatan enam putra dan empat putri, dengan meraih 5 emas,1 perak, dan 2 perunggu.

Dalam kesempatan tersebut, pendiri Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI) itu mengungkapkan, dalam SEA Games nanti Vietnam merupakan lawan yang sangat berat, di samping Thailand dan Filipina.

"Vietnam memiliki dua juara dunia dan satu finalis kejuaraan dunia. Ini merupakan pekerjaan rumah bagi kita semua agar tradisi medali emas SEA Games bisa dipertahankan," ujarnya.

Menurut Lioe Nam Khiong, sepulangnya dari Australia, PB TI akan segera melakukan evaluasi guna menentukan tim inti yang akan diterjunkan di SEA Games.

Indonesia memiliki peluang untuk merebut medali emas dari lima nomor yang dipertandingkan beregu putra-putri, tunggal putra dan putri.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau