Eksportir Borong Rumput Laut

Kompas.com - 22/09/2011, 02:52 WIB

MAKASSAR, KOMPAS - Budidaya rumput laut di Sulawesi Selatan kini bergairah menyusul permintaan puluhan ton rumput laut dari eksportir di Jakarta. Mulai bulan ini, Perusahaan Daerah Sulawesi Selatan akan mengirim 84 ton rumput laut kering jenis Eucheuma cottoni ke Jakarta.

Pengiriman perdana komoditas rumput laut yang merupakan salah satu komoditas unggul di Sulawesi Selatan ini dilakukan pada Rabu (21/9). Diharapkan pengiriman rumput laut tersebut akan terus meningkat dari 84 ton menjadi 180 ton (setara 15 kontainer kapasitas 12 ton).

Menurut Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Harris Hody, suplai rumput laut ke pihak eksportir, yakni PT Gumindo Perkasa Industri di Jakarta, terwujud atas kerja sama Perusda Sulsel dengan pasar fisik komoditas, PT iPasar Indonesia.

Upaya Perusda menggandeng PT iPasar Indonesia untuk menjamin ketersediaan pasar dan harga jual dasar bagi pembudidaya rumput laut. ”Kerja sama ini bertujuan mengurangi kebergantungan petani rumput laut pada tengkulak,” kata Harris.

100 pedagang

Untuk memenuhi permintaan eksportir, dalam dua bulan terakhir, Perusda bekerja sama dengan sekitar 100 pedagang pengumpul di sentra penghasil rumput laut, seperti Luwu, Pinrang, Bulukumba, Bantaeng, dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Para pedagang pengumpul bertanggung jawab membina petani agar mengeringkan hasil panen rumput laut.

Perusda dan iPasar membeli rumput laut seharga Rp 10.200 per kilogram (kg), jauh di atas harga pasar saat ini Rp 6.500-Rp 7.500 per kg. ”Di dalam kontrak, PT Gumindo meminta sebanyak-banyaknya rumput laut kering dari Sulsel,” ujarnya.

Perusda memiliki kelompok nelayan binaan yang tersebar di sepanjang Pantai Luwu hingga Bon yang mampu mengolah hasil panen rumput laut sesuai standar eksportir.

Komisaris Utama PT iPasar Indonesia Adi Sasono menjelaskan, mekanisme pengiriman rumput laut juga telah diterapkan di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah. Langkah itu efektif membantu petani dalam penyediaan pasar dan harga jual.

Menurut Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Sulkaf Latief, dari potensi lahan seluas 600.000 hektar di sepanjang 1.937 kilometer garis pantai, baru sekitar 30 persen yang tergarap.

Selain rumput laut, Pemprov Sulsel kini juga menyiapkan ekspor sayur-mayur dan ikan laut ke Singapura. Sebanyak 1,5 ton produk itu akan dikirim perdana pada 26 September mendatang.

Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Sulsel Irman Yasin Limpo, pengiriman dilakukan bertahap hingga 20 ton sesuai kesepakatan dengan pengelola Bandara Changi dan Garuda Indonesia beberapa waktu lalu. (RIZ)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau