SIDOARJO, KOMPAS.com - Warga masyarakat kor ban lumpur Lapindo mulai mengalir ke Balai Desa Mindi, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo untuk menyambut kedatangan Wakil Presiden Boediono yang akan meninjau waduk lumpur Lapindo, Kamis (22/9/2011).
Aparat kepolisian dan TNI melakukan penjagaan ekstraketat di sekitar Balai Desa. Hal itu untuk mengantisipasi jika acara penyambutan warga itu berubah menjadi aksi unjuk rasa.
Menurut rencana Wapres akan hadir di titik 25 yang melewati Desa Mindi. Namun agenda itu belum jelas. Beredar kabar Wapres hanya akan meninjau tanggul sisi barat yang dinilai kritis.
Jumlah polisi dan TNI yang berjaga lebih banyak dibanding jumlah warga yang berkumpul. Polisi bukan hanya menerahkan personil dengan senjata lengkap, tetapi juga mengerahkan sedikitnya tiga kendaraan taktis (rantis) yang biasa dipakai saat ada unjuk rasa atau kerusuhan.
Kemungkinan terjadi unjuk rasa sangat besar karena berembus kabar santer bahwa kunjungan Wapres ini untuk mempercepat penandatanganan Peraturan Presiden (Perpes) pemberian ganti rugi bagi 9 RT korban lumpur Lapindo di luar area terdampak.
Rencana keluarnya perpres itu ditentang warga di 45 RT lainnya karena dinilai tidak adil. Kondisi mereka serupa dengan 9 RT, bahkan beberapa RT jauh lebih parah. Mereka menuntut agar Perpres mencakup 54 RT dalam satu paket.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang