Lumpur lapindo

Warga Mulai Berkumpul Sambut Wapres

Kompas.com - 22/09/2011, 10:05 WIB

SIDOARJO, KOMPAS.com - Warga masyarakat kor ban lumpur Lapindo mulai mengalir ke Balai Desa Mindi, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo untuk menyambut kedatangan Wakil Presiden Boediono yang akan meninjau waduk lumpur Lapindo, Kamis (22/9/2011).

Aparat kepolisian dan TNI melakukan penjagaan ekstraketat di sekitar Balai Desa. Hal itu untuk mengantisipasi jika acara penyambutan warga itu berubah menjadi aksi unjuk rasa.

Menurut rencana Wapres akan hadir di titik 25 yang melewati Desa Mindi. Namun agenda itu belum jelas. Beredar kabar Wapres hanya akan meninjau tanggul sisi barat yang dinilai kritis.

Jumlah polisi dan TNI yang berjaga lebih banyak dibanding jumlah warga yang berkumpul. Polisi bukan hanya menerahkan personil dengan senjata lengkap, tetapi juga mengerahkan sedikitnya tiga kendaraan taktis (rantis) yang biasa dipakai saat ada unjuk rasa atau kerusuhan.

Kemungkinan terjadi unjuk rasa sangat besar karena berembus kabar santer bahwa kunjungan Wapres ini untuk mempercepat penandatanganan Peraturan Presiden (Perpes) pemberian ganti rugi bagi 9 RT korban lumpur Lapindo di luar area terdampak.

Rencana keluarnya perpres itu ditentang warga di 45 RT lainnya karena dinilai tidak adil. Kondisi mereka serupa dengan 9 RT, bahkan beberapa RT jauh lebih parah. Mereka menuntut agar Perpres mencakup 54 RT dalam satu paket.  

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau