PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Governors Climate and Forests (GCF) atau pertemuan tingkat dunia untuk membahas iklim dan hutan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ditutup hari ini. Bersamaan itu, para pengelola hotel berharap acara semacam GCF bisa lebih sering diadakan di Palangkaraya.
"Saya sangat setuju jika acara semacam GCF bisa lebih sering digelar," kata Manajer Hotel Amaris Palangkaraya Buntoro Basuki di Palangkaraya, Kamis (22/9/2011). Acara tersebut telah menaikkan okupansi hotel.
Selama GFC diselenggarakan pada 20-22 September 2011, tingkat hunian hotel dengan 63 kamar itu naik menjadi 80 persen dibandingkan dengan hari biasa sekitar 70 persen. Selain pertemuan, bentuk acara yang diharapkan diadakan di Palangkaraya juga bisa berupa pameran.
"Contohnya, pameran industri atau barang dan jasa. Apalagi, jika acara itu melibatkan Pemerintah Provinsi Kalteng dengan dukungan kabupaten/kota," ujarnya.
Kegiatan tersebut tentu akan meningkatkan okupansi sehingga semakin menggairahkan bisnis hotel. "Semakin kencang sosialisasi untuk acara-acara bertaraf nasional, kian kuat pula dampaknya untuk semua sektor bisnis," tutur Buntoro.
Pelaksana Front Office Manager Luwansa Hotel Muhammad Dahang mengatakan, GCF telah mendongkrak okupansi hotelnya menjadi 95 persen selama 20-24 September 2011. Pada hari biasa, tingkat okupansi hotel yang terdiri atas 110 kamar itu sekitar 70 persen. Karena itu, ia berharap acara seperti GCF bisa terulang lagi.
Para tamu asing yang menginap di Luwansa Hotel saat GCF diadakan di antaranya berasal dari Amerika Serikat, Nigeria, Selandia Baru, Brasil, dan Meksiko. Sementara itu, tamu lokal berasal dari Kalimantan Timur, Papua, Aceh, dan Kalimantan Barat.
"Kalau pemerintah daerah setempat mengadakan acara pasti ada dampak positifnya. Saya juga berharap perekonomian Kalteng lebih maju. Jadi, bisnis hotel ikut kian bergairah," katanya.
Saat ini, acara besar di Palangkaraya hanya digelar sekitar dua hingga tiga kali dalam setahun. Kondisi itu amat berbeda dengan Jawa. Dalam seminggu, acara besar bisa diadakan di hotel sebanyak dua atau tiga kali. "Pemerintah daerah di Jawa juga sering mengadakan acara besar di hotel," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang