Pk kasus antasari

Hakim Harus Hadirkan Cirus Bersaksi

Kompas.com - 22/09/2011, 16:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Otto Hasibuan mengharapkan agar hakim menghadirkan mantan jaksa Cirus Sinaga sebagai saksi Antasari Azhar, terpidana 18 tahun dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain. Menurut Otto, hal tersebut diperlukan untuk menerangkan fakta-fakta yang ada dalam kasus tersebut.

"Itu (pemanggilan Cirus) adalah hak Antasari. Dan jika memang dibutuhkan, saya kira hakim memang harus memenuhinya," ujar Otto kepada wartawan di Rumah Perubahan, Jakarta, Kamis (22/9/2011).

Dalam persidangan Peninjauan Kembali pada Selasa (13/9/2011), Antasari, meminta agar hakim menghadirkan beberapa jaksa yang pernah menyidangkan kasusnya. Salah satunya Cirus Sinaga. Pasalnya, selama ini kesaksian dari beberapa jaksa penuntut umum tersebut belum pernah dihadirkan di persidangan. Otto menambahkan, jika ingin mencari kebenaran materil dalam kasus tersebut, tidak ada salahnya Cirus dihadirkan. Cirus, sebagai mantan jaksa yang pernah menyidangkan kasus Antasari, menurut Otto, seharusnya mempunyai beberapa informasi-informasi penting yang harus diungkapkan dalam persidangan.

"Jadi kalau Pak Antasari bilang dia (Cirus) belum pernah dihadirkan dalam sidang, itu berarti ada hal penting dalam keinginannya itu. Dan saya kira kalau ingin mencari kebenaran materiil, itu harus diberikan. Relevan atau tidaknya nanti kan diputuskan dalam persidangan," kata Otto.

Hingga saat ini, Kejaksaan Agung belum memproses lebih lanjut permintaan Antasari untuk menghadirkan Cirus Sinaga dalam persidangannya. Jaksa Agung Basyrief Arief mengatakan Kejaksaan Afung akan menunggu perkembangan selanjutnya dari kasus tersebut. Ia pun enggan berkomentar banyak perihal persidangan PK Antasari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau