PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang enggan menanggapi sikap pengunjuk rasa yang mempersoalkan Governors Climate and Forests (GCF). Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) mempertanyakan manfaat dari pertemuan tingkat dunia untuk membahas iklim dan hutan tersebut.
"Tidak ada tanggapan. Saya anggap itu proses dari demokrasi," ujar Teras singkat seusai penutupan GCF di Palangkaraya, Kalteng, Kamis (22/9/2011).
Sebelumnya, sekitar 80 pengunjuk rasa melakukan aksi bersamaan dengan pembukaan GCF, Selasa (20/9/2011) lalu. Aksi tersebut dilakukan pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat untuk Keadilan Iklim.
Teras mengatakan, dalam melaksanakan GCF, tidak ada proses yang ditutup-tutupi. "Semua program yang dilakukan bisa diakses secara terbuka di internet," katanya.
Setelah penutupan GCF, Teras menjadi narasumber dalam konferensi pers bersama Koordinator GCF Indonesia Avi Mahaningtyas dan Ketua GCF Yakob Ishadamy. Ketika itulah ia ditanya tanggapannya soal unjuk rasa. "Jadi, no comment. Terima kasih," ujar Teras, kembali menegaskan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang