Lantai 8-10 Candi Borobudur Akhirnya Dibuka

Kompas.com - 22/09/2011, 17:28 WIB

BOROBUDUR, JAWA TENGAH - Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Kamis (22/9/2011), membuka kembali lantai delapan, sembilan, dan sepuluh Candi Borobudur untuk wisatawan.

Sebelumnya ketiga lantai tersebut ditutup sejak Oktober 2010 untuk proses pembersihkan abu vulkanik Gunung Merapi yang menempel di batuan candi itu.

Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Marsis Sutopo, di Magelang, Kamis (22/9/2011), mengatakan setelah proses pembersihan dan kemudian dilakukan evaluasi maka lantai delapan, sembilan, dan 10 siap dibuka untuk wisatawan.

Ia menjelaskan beberapa permasalahan muncul akibat erupsi Merapi yakni abu vulkanik masuk ke rongga stupa dan batu candi. Oleh karena itu, lanjutnya, rongga stupa dan batu candi harus dibersihkan hingga layak dikunjungi.

Selain itu, katanya, rusaknya mortar penutup sela-sela batu lantai dan diperparah abu vulkanik yang bersifat asam. Mortar penutup usianya telah mencapai 100 tahun sejak pemugaran Van Erp di tahun 1907-1911.

"Terbukanya sela-sela batu candi dikhawatirkan menyebabkan air masuk ke dalam tubuh candi yang berpotensi membahayakan stabilitas struktur tanah bukit di bawah candi," katanya.

Ia mengatakan, agar kunjungan dapat berjalan lancar dan tertib khususnya di lantai delapan, sembilan, dan sepuluh, maka dilakukan pengaturan wisatawan. Jumlah pengunjung yang naik di tiga lantai tersebut dibatasi. Pada saat yang bersamaan, hanya boleh dikunjungi 73 hingga 82 orang.

"Perhitungan tersebut dengan pertimbangan jumlah stupa 72 buah dan satu stupa induk. Jika satu stupa setara dengan satu pengunjung dan stupa besar setara dengan satu hingga 10 pengunjung maka batas pengunjung yang layak adalah 73 hingga 82 orang," katanya.

Ia menuturkan jumlah pengunjung yang terbatas akan meningkatkan kenyamanan dan penghargaan terhadap situs dan memudahkan pengaturan.

Selain itu, tambahnya, melalui pembatasan maka pengunjung akan berada di area tersebut kurang lebih 15 menit dengan memperhatikan kondisi jumlah pengunjung yang ada.

Pengunjung akan naik dari sisi timur dengan petugas penjaga menghitung jumlah pengunjung yang naik. Di lokasi itu disediakan lajur antrean untuk pengunjung yang akan naik.

"Pengunjung hanya diizinkan naik dari pintu sisi timur dan keluar dari pintu sisi utara. Namun, karena sedang ada pekerjaan perbaikan di sisi utara maka untuk sementara pintu turun di sisi barat," katanya.

Direktur Umum dan Personalia PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Retno Hadiasiwi mengharapkan pembukaan lantai delapan, sembilan, dan sepuluh dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur.

"Kami optimistis target kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur sebanyak 2,5 juta pada 2011 akan tercapai," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau