Sikap Badan Anggaran DPR Membahayakan

Kompas.com - 22/09/2011, 19:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sikap Badan Anggaran DPR yang menghentikan pembahasan Rancangan Undang-Undang APBN 2012 bisa membahayakan daya tahan ekonomi Indonesia dalam menghadapi krisis global yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Keputusan itu bisa dibaca oleh pelaku pasar dunia sebagai bentuk kegagalan koordinasi eksekutif dan legislatif yang berujung pada rendahnya kontribusi pemerintah terhadap perekonomian.

”Padahal krisis global tersebut banyak diantisipasi karena bisa meletus jika situasi di zona Euro tidak terkendali. Para mitra ekonomi Indonesia akan tercengang-cengang. Kok bisa Indonesia mengalami kebuntuan antara eksekutif dan legislatif seperti yang terjadi di Amerika Serikat baru-baru ini,” ujar ekonom Dradjad Hari Wibowo, Kamis (22/9/2011), di Jakarta.

Menurut Dradjad, selain akan dianggap tidak masuk akal, pertentangan antara DPR dan pemerintah bisa menurunkan tingkat kepercayaan terhadap Indonesia. Pemilihan waktu pelaksanaan manuver yang dilakukan Badan Anggaran itu sangat jelek karena rupiah sedang diuji pelaku pasar dan terbukti cadangan devisa yang besar serta inflasi yang rendah tidak mampu meredam depresiasi nilai tukar ketika pelaku pasar bermain-main.

”Jika manuver Badan Anggaran ini berubah menjadi konfrontasi antara eksekutif versus legislatif, Indonesia akan menjadi sasaran empuk spekulasi keuangan,” katanya.

Atas dasar itu, Dradjad mengimbau sebaiknya pembahasan RAPBN 2012 dilanjutkan. Jika memang mengarah ke konfrontasi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa mengambil langkah-langkah luar biasa agar APBN terselamatkan.

”Jika APBN selamat, dampak yang luar biasa itu dapat dihindari. Pimpinan DPR dan pimpinan seluruh alat kelengkapan DPR, termasuk Badan Anggaran, saya yakin sangat arif dan memahami bahaya-bahaya ekonomi itu,” tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau