Raskin

Penyaluran Raskin di Samarinda Baru 65 Persen

Kompas.com - 22/09/2011, 21:57 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.com - Distribusi raskin (beras miskin) bagi 28.058 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) di Samarinda, Kalimantan Timur, baru mencapai 65 persen.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Kota Samarinda, Erham Yusuf, Kamis (22/9/2011) menyatakan, beras yang telah disalurkan hingga periode Agustus 2011 baru 3.332.175 kilogram atau sekitar 65 persen dari pagu beras untuk RTS-PM pada pada 2011 yakni sebanyak 5.050.440 kilogram.

"Terdapat 28.058 Kepala Keluarga miskin yang tersebar di 10 Kecamatan dan 53 Kelurahan yang berhak mendapatkan raskin. Saat ini, proses penyalurannya sedang berlangsung dan kami berharap hingga akhir tahun semua beras sudah tersalurkan ke RTS-PM tersebut," ucap Erham Yusuf.

Harga tebus raskin itu, kata Erham Yusuf yakni Rp1.600 perkilogram. "Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail pada rapat koordinasi Raskin 2011 pekan ini telah mengintruksikan kepada seluruh petugas agar tidak menjual raskin melebihi harga yang telah ditetapkan tersebut," ujarnya.

Walaupun harganya murah, namun kualitas beras raskin, kata dia, tidak jauh berbeda dengan beras jenis lainnya. "Masyarakat jangan menilai harga raskin jauh lebih murah dibanding beras pada umumnya karena kualitasnya. Raskin program pemerintah, sehingga tentunya beras yang dibagikan tersebut memiliki kualitas baik," katanya.

Program raskin ini tidak hanya untuk menutupi kebutuhan pangan pokok melainkan memiliki keterkaitan erat dengan program lain seperti perbaikan gizi, peningkatan kesehatan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan sekaligus peningkatan produktivitas keluarga miskin.

"Oleh karenanya diperlukan dukungan dan kesatuan komitmen berbagai institusi, sehingga dapat terbangun sinergi untuk keberhasilan pelaksanaannya," papar Erham Yusuf.

Pemerintah Kota Samarinda, lanjut dia, meminta kepada para camat untuk dapat melakukan pengawasan atau monitoring kepada kelurahan di wilayah masing-masing, agar program raskin tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Menurut dia, Wakil Wali Kota Samarinda juga meminta kepada pejabat terkait untuk melakukan pembentukan Tim Koordinasi Raskin yang selanjutnya bertugas melakukan koordinasi perencanaan anggaran, sosialisasi pelaksanaan distribusi, monitoring dan evaluasi.

Tim ini juga diharapkan dapat mengakomodasi pengaduan dari masyarakat serta melaporkan hasilnya kepada tim koordinasi raskin kejenjang lebih tinggi. Ia menjelaskan, tim monitoring ini dibentuk agar pendistribusian raskin terkoordinir dengan baik dan tepat sasaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau