Dana sea games

Jangan Hambat Pencairan Dana SEA Games

Kompas.com - 23/09/2011, 13:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Pelaksana Harian Inasoc Rachmat Gobel berharap kehadiran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak sampai memperlambat lagi pencairan dana SEA Games.

"Memang ada tim verifikasi yang terdiri dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kejaksaan Agung, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta intansi lainnya. Kalau mau mengundang BPK dan KPK, silakan saja untuk konsultasi. Akan tetapi, harapan kami, jangan sampai pencairan dana terhambat lagi," kata Rachmat, Jumat (23/9/2011).

Seperti diberitakan, Pelaksana Harian Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Djoko Pekik Irianto akan mengundang BPK dan KPK sebagai anggota Tim Verifikasi Daftar Pekerjaan yang akan ditunjuk langsung dalam penyelenggaraan SEA Games XXVI.

Menurut Rachmat, Panitia Penyelenggara SEA Games juga telah membentuk layanan khusus untuk pengadaan barang dan jasa agar pencairan anggaran tidak seret. "Nah, di situ sudah ada unsur LKPP, BPKP, Kejaksaan, dan Kemenpora. Merekalah yang sehari-hari memverifikasi dan mengawasi jalannya pengadaan barang dan jasa secara penunjukan langsung. Dengan layanan itu, kami semua juga tidak ingin ada penyimpangan meskipun pencairan tetap berjalan sesuai waktunya," papar Rachmat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR Rully Chairul Aswar berharap audit bisa dilakukan belakangan setelah pencairan dan penggunaan dana SEA Games.

"Kalau audit dulu, kan, bisa terlambat lagi," kata Rully, yang mengaku DPR akan mengawal pencairan anggaran agar tidak terhambat lagi.

Sejauh ini, ada sisa dana di APBN 2011 senilai Rp 600 miliar dan dana tambahan bagi penyelenggaraan SEA Games Rp 700 miliar yang belum bisa dicairkan sehingga diterbitkan ketentuan baru untuk dilakukan penunjukan langsung dan bukan tender terbuka untuk penggunaan anggarannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau