Hewan sitaan

Kejari Belawan Kubur 5,9 Ton Trenggiling

Kompas.com - 23/09/2011, 16:52 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Belawan memusnahkan 5,9 ton daging trenggiling dan 790 kilogram kulit trenggiling yang dicampur dengan 28 ton ikan di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Terjun, Medan, Jumat (23/9/2011).

Barang itu merupakan hasil sitaan bea Cukai Belawan dari tangan eksportir di Belawan International Container Terminal (BICT).

Meskipun disimpan di ruang pendingin, daging-daging itu sudah banyak yang hancur dan menimbulkan bau tak sedap. Selain dikemas dalam kardus, sebagian dibungkus karung plastik.

"Kami kubur di TPA Terjun, karena kami kesulitan tempat untuk menguburkannya," kata Kepala Kejaksaan Negeri Belawan, Ranu Subroto, di lokasi penguburan.

Trenggiling itu dicampur daging ikan, dan rencananya akan diekspor ke Vietnam. Operasi intelijen Bea Cukai mengendus ketidakberesan dan menduga ada daging trenggiling, hewan yang dilindungi.

Dugaan itu benar dan menyitanya, serta menjadikan tiga orang sebagai tersangka, yakni JS, BP, dan AS.

"Kasus ini masih dalam tahap persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Oleh karena barang bukti ini tidak bisa bertahap lama, kami usulkan untuk dimusnahkan. Begitu surat ketetapannya keluar, kami segera musnahkan," kata pelaksana harian Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Belawan, Tri Chandra Astuti.    

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau