BEIJING, Kompas.com - Juara Perancis Terbuka, Li Na mengakui tidak memiliki mental yang cukup kuat untuk terus berambisi mencapai prestasi tertinggi.
Pemain Chian berusia 29 tahun ini lolos ke final Australia Terbuka dan menjadi petenis asal Asia pertama yang menjadi juara turnamen grand slam saat menjuarai Perancis terbuka pada bulan Juni.
Namun Li Na kemudian tampil buruk dalam dua turnamen grand slam lainnya. Ia tersisih di babak kedua Wimbledon pada bulan Juli dan babak pertama di AS Terbuka pada awal bulan ini.
"Para pemain puteri memiliki masalah serupa dengan prestasi yang naik turun dalam setiap turnamen," kata Li Na, Jumat. "Kami tidak memiliki mental seperti para pemain putera yang selalu ingin mencapai kemenangan."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang