Harbiansyah Mundur dari Jabatan Ketua BLI

Kompas.com - 23/09/2011, 23:46 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.com — Harbiansyah Hanafiah menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Badan Liga Indonesia, yang baru saja ditetapkan oleh pengurus PSSI.

Pria yang akrab disapa "Pak Haji" ini kepada Antara, di Samarinda, Jumat (23/9/2011), mengatakan, alasannya mundur sebagai ketua BLI  karena ia tidak sejalan dengan keputusan PSSI untuk menganulir klub peserta liga kompetisi level satu musim 2011/2012 mendatang dari 18 klub menjadi 24 klub.

Alasan yang mendasar karena dari keputusan baru itu, beberapa klub yang masih menjalani sanksi PSSI, yakni Persibo Bojonegoro dan Persema Malang, terdaftar lagi dalam kontestan kompetisi musim depan.

"Jelas itu sudah menyalahi aturan karena Persibo dan Persema masih menjalani sanksi akibat mengikuti LPI pada musim kemarin, dan sanksi itu belum dicabut sampai sekarang. Hati nurani saya tidak mau mengikuti langkah yang menyalahi aturan," tutur Harbiansyah.

Pria yang juga masih aktif di klub Persisam Putra Samarinda itu mengemukakan, awal mula dia ikut terlibat dalam kelompok reformasi PSSI adalah karena ikut menentang kepengurusan Nurdin Halid, terkait dengan statuta, baik PSSI maupun FIFA, yang dilanggar oleh pengurus PSSI pada waktu itu.

Harapannya, kata Harbiansyah, kepengurusan PSSI bisa menjadi lebih baik dan berjalan di atas aturan, baik statuta PSSI maupun FIFA.

"Kalau saya bekerja dengan melandasi aturan yang salah, terus apa kata dunia. Ya lebih baik saya berada di luar lingkaran," ungkap Harbiansyah.

Dengan menyerahkan jabatan Ketua BLI, Harbiansyah menegaskan bahwa bukan berarti dia lepas dari dunia sepak bola Indonesia.

"Saya akan fokus di Persisam saja supaya tim itu bisa lebih maju dan yang pasti supaya bisa  menghibur warga Samarinda yang saat ini tengah gila sepak bola," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau