Pangkal Pinang, Kompas -
Fauzi, unggulan kedua tunggal dewasa putra, mengalahkan pemain dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan DKI Jakarta, Hermansyah, 21-18, 21-14. Pada gim pertama, kedua pemain saling kejar angka hingga poin kedelapan. Setelah itu, Fauzi memimpin sebentar lalu dikejar lagi oleh Hermansyah. Namun, akhirnya Hermansyah harus memberikan kemenangan kepada Fauzi.
Pada awal gim kedua, Hermansyah mencoba melawan. Namun, Fauzi kembali mengalahkan pemain non-unggulan itu dengan selisih skor lebih jauh. Berkali-kali Fauzi memimpin perolehan poin sampai akhirnya permainan berakhir dengan kekalahan Hermansyah.
Sementara pada partai lain, unggulan pertama, Sanatria dari PB SGS PLN Bandung, harus menyerah dari Bandar Pamungkas yang mewakili PB Djarum. Bandar memaksa Sanatria mengakhiri permainan dengan skor 21-17, 21-14.
Sebagai pemain unggulan, Sanatria awalnya mencoba menekan Bandar. Namun, dengan tenang Bandar mengumpulkan poin demi poin dan terus meninggalkan Sanatria. Bahkan, pada awal gim kedua, Sanatria harus menunggu Bandar mengumpulkan empat poin sebelum mendapatkan poin pertamanya.
Namun, Bandar berkali-kali memaksa Sanatria mengaku kalah. Kombinasi permainan net dan pukulan panjang Bandar membuat Sanatria tidak berkutik. Datang sebagai pemain unggulan pertama, Sanatria akhirnya harus menyerahkan kursi final kepada Bandar.
Di sektor putri, unggulan pertama Rosaria dan unggulan kedua Ganis Nurrahmadani sama-sama gagal menembus final. Rosaria ditaklukkan Ana Rovita, rekan satu klub Rosaria di PB Djarum Kudus, dengan skor telak, 12-21, 10-21. ”Kondisi saya menurun karena di Pangkal Pinang terlalu panas. Agak susah bermain di suhu sepanas ini,” ujar Rosaria seusai pertandingan.
Dalam dua gim, Rosaria gagal menunjukkan kelas sebagai pemain unggulan pertama. Pada gim pertama, ia berkali-kali tertinggal dalam pengumpulan poin. Selisih poin yang lebih dari separuh membuat Rosaria susah mengatasi ketertinggalan dari Ana. Pada gim kedua, Rosaria semakin sulit mendapatkan poin. Ia akhirnya harus merelakan Ana menang dua gim langsung dengan skor telak.
Pada pertandingan lain, Ganis yang menembus semifinal dengan susah payah harus mengakui keunggulan Febby Angguni. Sebelumnya, pada babak delapan besar, Ganis dipaksa bermain tiga gim oleh Natalia Deiske.
Namun, perjuangan keras Ganis menembus semifinal dihentikan oleh Febby. Pemain PB Djarum Kudus itu memaksa dia menyerah dengan skor akhir 21-13, 21-19. Kekalahan pada gim pertama membuat Ganis mencoba melawan pada awal gim kedua. Perlawanan itu membuat gim kedua berlangsung lebih ketat.
Kedua pemain saling kejar dalam perolehan poin. Mereka tidak bisa mengumpulkan lebih dari dua poin sebelum dikejar lawan. Usaha Ganis terhenti saat baru mengumpulkan 19 poin. Sementara Febby sukses mengumpulkan 21 poin dan menutup permainan dengan kemenangan tipis.