Erupsi

Gunung Lokon Berhenti Meletus

Kompas.com - 24/09/2011, 08:45 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Gunung Lokon di Sulawesi Utara (Sulut) mulai berhenti meletus pasca letusan Jumat (23/9/2011), yang mencapai 19 kali.

"Sejak pukul 00.00 WITA-06.00 WITA hari ini tidak ada letusan yang terjadi dari kawah Tompaluan, Gunung Lokon," ujar staf Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Ferry, di Tomohon, Sabtu.

Meski demikian Ferry menjelaskan, masih tercatat dua kali gempa tektonik jauh, satu kali gempa vulkanik dalam dan 13 kali gempa vulkanik dangkal. Gempa di periode enam jam itu masih didominasi gempa embusan yang terjadi sebanyak 14 kali. Sedangkan tremor yang terekam dengan amplitudo 0,5 milimeter.

Ferry juga memprediksi masih akan terjadi letusan-letusan skala kecil akibat adanya suplai energi dari dalam berbentuk gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal.

"Suplai energi masih terjadi hingga hari ini sehingga potensi terjadinya letusan masih sangat memungkinkan," imbuhnya.

Hingga kini status Gunung Lokon dijelaskan Ferry masih siaga level III. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung tidak menaikkan statusnya ke awas level IV meskipun telah terjadi peningkatan jumlah letusan sepanjang pekan ini.

Begitupun dengan radius bahaya Gunung Lokon. Dikatakan Ferry, jarak sejauh 2,5 kilometer dari kawah Tompaluan belum dicabut.

"Karena itu kami tetap berharap warga masih mematuhi radius bahaya Gunung Lokon. Apalagi dengan status siaga yang disandang Gunung Lokon keaktifannya masih di atas normal dan tetap berpotensi terjadi letusan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau