Penertiban hutan register 45

Anak Pengungsi di Moro-Moro Terserang ISPA

Kompas.com - 24/09/2011, 10:22 WIB

MESUJI, KOMPAS.com - Sejumlah anak-anak pengungsi eks warga Suay Umpu korban penertiban hutan Register 45 di Kabupaten Mesuji, Lampung, kini mulai terserang flu dan penyakit ISPA.

Lebih dari dua pekan pascapenertiban hutan Register 45 Mesuji, sedikitnya 165 keluarga masih bertahan di titik pengungsian di wilayah Moro-Moro Way Serdang yang juga masih berada di kawasan Register 45.

Sekitar 35 orang di antaranya merupakan anak-anak. Sumarno (28), salah seorang pengungsi mengatakan, puterinya Fiki Saputra (5) mulai terserang flu beberapa hari terakhir akibat cuaca dan keterbatasan fasilitas tinggal.

"Cuaca kan cukup panas akhir-akhir ini. Tidur pun dengan kondisi seadanya," ucapnya. Di tenda-tenda yang dibangun melalui solidaritas sejumlah lembaga swadaya masyarakat, para pengungsi tidur hanya beralaskan terpal dan tikar.

Menurut Pujiono, pengungsi lainnya, mereka saat ini membutuhkan bantuan obat-obatan. Untuk makanan sementara ini mencukupi. Sementara, upaya penyediaan air bersih melalui penggalian sumur bur sedalam 70 meter kurang menggembirakan karena air masih keruh.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau