Priyo: Banggar Bukan Mogok Bahas Anggaran

Kompas.com - 24/09/2011, 11:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Priyo Budi Santoso menegaskan bahwa Badan Anggaran (Banggar) bukan mogok membahas anggaran. Tetapi Banggar menyerahkan mandat mereka kembali kepada pimpinan DPR.

Priyo mengatakan itu saat hadir dalam halal bihalal akbar HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Indonesia, Sabtu (24/9/2011), Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta.

"Itu bukan mogok tapi mereka kirim surat ke pimpinan DPR yang intinya mengembalikan mandat ke pimpinan DPR," tegasnya mengklarifikasi.

Hal itu terjadi karena Banggar merasa tidak nyaman atas kebijakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memeriksa semua anggota dan seluruh pimpinan Banggar.

"Kok diperiksa bedhol desa. Tapi bukan mogok," tegasnya seraya meminta langkah yang diambil Banggar tersebut agar dipahami.

Memang diakuinya, KPK memiliki kewenangan penuh memanggil siapa saja. Tapi, usulnya, ke depan pemanggilan tersebut harus terukur. "Kalau yang dipanggil bedhol desa gimana," demikian ujar Priyo.

Sebelumnya, Badan Anggaran DPR membantah telah melanggar kode etik DPR karena menghentikan pembahasan RAPBN tahun 2012 setelah diperiksa oleh KPK.

"Ini tidak melanggar kode etik. Karena kami tidak menghentikan pembahasan tapi memberikan wewenang ke pimpinan DPR,"ujar Anggota Badan Anggaran I Gede Pasek Suardika di gedung DPR, Jakarta, Jumat (23/9/2011).

Menurut Pasek, apa yang dilakukan Badan Anggaran sama sekali tidak menyandera kepentingan masyarakat. Karena hanya mengatur jadwal ulang saja sambil kita melihat pengaturan bersama.

"Jadi agar KPK juga menghormati wewenang Badan Anggaran DPR. Kita ingin berbuat terbaik untuk rakyat,"jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau