JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Istana Presiden akhirnya merespons tuntutan Serikat Petani Indonesia (SPI) yang berunjuk rasa di depan Istana, Jakarta, Sabtu (24/9/2011). Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa hadir di tengah sekitar 10.000 pengunjuk rasa untuk memberikan sambutan singkat.
”Saya akan sampaikan tuntutan para petani kepada Presiden,” kata Daniel.
Ia menyatakan, tuntutan kaum petani akan dibawa ke sidang kabinet pekan depan. ”Ini merupakan masukan bagi pemerintah juga,” lanjut Daniel seraya mengucapkan simpatinya kepada para petani.
SPI melakukan unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada hari ini. Dalam aksi ini, mereka mengajukan 16 tuntutan, di antaranya, segera mengeluarkan kebijakan-kebijakan tentang pelaksanaan pembaruan agraria misalnya dalam bentuk Peraturan Pemerintah tentang Reforma Agraria, dan segera menyelesaikan konflik-konflik agraria dengan membentuk suatu komite penyelesaian konflik agraria.
Petani juga menuntut adanya perlindungan dan pemenuhan hak petani atas akses terhadap sumber-sumber agraria, benih, pupuk, teknologi, dan lain-lain. Selain itu, mereka meminta dihentikannya pembahasan RUU Pengadaan Tanah untuk Pembangunan karena dianggap dapat dimanfaatkan pihak-pihak swasta asing dan nasional sebagai komoditas yang menghidupkan spekulan.
”Pihak Istana menyatakan akan memberi tanggapan resmi dalam seminggu,” kata Henry Saragih, Ketua SPI, seusai mewakili para pengunjuk rasa menemui perwakilan Istana. Ia menginformasikan tuntutan mereka dijanjikan akan turut dibahas dalam sidang Kabinet mendatang. ”Jika tidak ditanggapi, kami akan demo lagi pada Hari Pangan, Oktober nanti,” tegas Henry.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang