Novel Laskar Pelangi Tembus Korea Selatan

Kompas.com - 25/09/2011, 05:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Novel best-seller 'Laskar Pelangi' yang telah terjual di Indonesia secara resmi sebanyak sekitar lima juta eksemplar itu rupanya telah menembus pasar Korea Selatan.

Semenjak bulan Agustus 2011 lalu, novel tulisan Andrea Hirata tersebut telah tersedia dalam alfabet Hangul di negeri gingseng.

"Novel di Korea (Selatan), senang. Ternyata, penulis Indonesia bisa juga berkiprah di pasaran internasional, seperti penulis-penulis Asia lainnya dari Cina, India. Sebetulnya kita sanggup," kata Andrea, usai konferensi pers 'Musikal Laskar Pelangi Menuju Esplanade Singapura', di Red and Whyne Cafe, Kemang, Jakarta, Sabtu (24/9/2011) siang.

Upaya internasionalisasi ini tidak terlepas akan idealisme penulis tetralogi Laskar Pelangi--Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov--itu akan ekspansi budaya. Menurut Andrea, sudah saatnya bagi Indonesia jauh berpikir luas, mengamati pasar internasional yang ternyata juga bisa menyukai hasil-hasil karya anak negeri.

"Peluang penulis Indonesoa untuk menulis dan mengabarkannya ke seluruh dunia sebenarnya besar. Orang-orang di luar sana suka dengan apa yang disebut sebagai culturally spesific, kisah-kisah tentang budaya, kehidupan masyarakat di Indonesia. Itu diminati pembaca di luar. Saya masih terus belajar agar terbit di lebih banyak negara," lanjut Andrea.

Korea Selatan menjadi salah satu negara pertama tempat ekspansi karya novel Laskar Pelangi setelah sebelumnya mencoba merambah negara-negara serumpun seperti Malaysia dan Singapura. Bahkan, di kedua negara jiran tersebut, Laskar Pelangi turut menjadi best-seller dalam artian besar secara kuantitas untuk buku yang diminati.

Selama ini pula, semenjak kemunculan pertamanya novel Laskar Pelangi tahun 2005 silam, ekspansi baru sebatas dilakukan ke dalam penerjemahan bahasa Inggris. "Buku ini juga telah sampai di India dan Australia setelah ke Malaysia dan Australia," kata Dita, bagian penerbit dan manajemen Andrea menambahkan.

Rencananya, novel berkisahkan tentang pengalaman sepuluh anak Belitung dalam meraih mimpi itu akan dicetak ke dalam 26 bahasa di 30 negara. "Saat ini China untuk Taipei sudah, tapi China Mainland belum termasuk belum untuk Hong Kong," sambung Dita.

Manajemen pun masih menjajaki untuk kawasan Jepang dan negara-negara Eropa. "Bahkan di AS dan Inggris masih belum. Kemungkinan tahun 2012 nanti sudah ada novel tersebut di jual di sana," ungkap Dita lagi.

"Saya harap, lebih banyak buku lagi seperti Laskar Pelangi dihadirkan oleh orang-orang Indonesia di masa mendatang," harap Andrea penuh semangat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau