Bom meledak di solo

PMII Siap Bantu Investigasi

Kompas.com - 25/09/2011, 15:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Addin Jauharuddin, mengungkapkan, dia telah meminta Pengurus Cabang PMII Solo segera membantu investigasi bersama pihak gereja setempat dan unsur kepolisian, terkait bom yang meledak di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton (GBIS Kepunton), Kota Solo, Minggu  (25/9/2011) ini.

Dia berharap agar kejadian ini tidak merembet dan menimbulkan kerawanan sosial lebih lanjut.  

"Apa pun motifnya, dan atas nama apa pun, sesungguhnya bom ini telah melukai rasa keamanan warga," kata Addin Jauharudin, di Jakarta, Minggu siang.  

Sebagaimana diberitakan, terduga pelaku bom, tewas. Sebanyak 10 orang lain terluka. Masyarakat mengutuk aksi yang diduga sebagai bom bunuh diri itu.  

PB PMII mengutuk terjadinya peledakan bom itu. Apalagi, ledakan itu telah memakan korban, baik yang tewas dan luka-luka. Terlebih bom terjadi saat jemaat gereja baru saja beribadah kebaktian.

Addin menyerukan kepada aparat kepolisian dan BIN (Badan Intelejen Negara) untuk bekerja lebih keras dan tidak lalai dalam mendeteksi kemungkinan terjadinya bom.

Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) yang mengkoordinir institusi penegak hukum, harus melakukan langkah cepat. Seharusnya pemerintah bisa mengantisipasi gejala ini," katanya.

PB PMII meminta aparat keamanan untuk segera menangkap pelaku pemboman berikut jejaringnya. "Jangan biarkan kekerasan ini berlanjut," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau