Penertiban

Petani Pengungsi Harapkan Relokasi Transmigrasi

Kompas.com - 26/09/2011, 02:26 WIB

Mesuji, Kompas - Petani penggarap korban penggusuran kawasan hutan Register 45 di Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Lampung, mengharapkan adanya relokasi atau transmigrasi. Sebab, mereka tidak lagi memiliki tempat tinggal atau lahan garapan lain pascapenggusuran.

Mereka kini tinggal di wilayah Moro-Moro Way Serdang, Mesuji, yang masih termasuk kawasan hutan Register 45 Mesuji. Jumlah pengungsi sebanyak 164 keluarga yang terdiri dari 471 jiwa. Mereka mengungsi sejak penggusuran wilayah Way Serdang pada 8 September lalu.

Munif (38), petani pengungsi, saat ditemui di Moro-Moro, Sabtu (24/9), mengatakan, dia terpaksa bertahan di pengungsian karena tidak lagi memiliki rumah di kampung asalnya di Banyuwangi, Jawa Timur.

”Uang wis entek (uang sudah habis). Warisan dari kakek dijual untuk pindah ke sini (Way Serdang) 2010. Mau pulang jadi hampa, tidak punya apa-apa lagi,” ujar Munif yang mengaku menghabiskan Rp 25 juta untuk memiliki tanah seluas 2 hektar dan sebuah rumah di Suay Umpu.

Petani yang tergusur dari Suay Umpu ini berasal dari sejumlah daerah. Mereka diiming-imingi bisa mengelola tanah dengan harga murah, Rp 2 juta-Rp 8 juta per hektar. ”Soalnya, waktu itu dibilang ini tanah marga. Tak tahunya kami tertipu. Ini diklaim hutan negara,” ujar Ihwanuddin (42), petani lain.

Koordinator posko kemanusiaan dan solidaritas untuk sesama di Moro-Moro Way Serdang, Oki Hajiansyah Wahab, mengatakan, 164 keluarga dari Suay Umpu yang mengungsi, tidak semua bersedia ikut transmigrasi. ”Sebanyak 44 di antaranya ingin pulang kampung asalkan diizinkan mengambil panen singkong mereka untuk ongkos pulang,” ujarnya.

Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Provinsi Lampung Setiato mengatakan, usulan transmigrasi bagi warga Suay Umpu akan disampaikan ke Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. ”Tahun ini ada 75 keluarga yang ditransmigrasi dari Lampung. Tahun depan ada 110 keluarga,” ujar Setiato. (jon)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau