Calon Jemaah Haji Dilarang Bawa Obat Kuat

Kompas.com - 26/09/2011, 10:44 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, calon jemaah haji (CJH) diminta mempersiapkan diri. Selain menjaga kesehatan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Emberkasi Surabaya juga mengimbau CJH agar membawa barang secukupnya saja.

Sebanyak 445 CJH asal Bangkalan, Madura, sudah harus masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo pada 1 Oktober. Besoknya, mereka terbang ke Mekkah.

Sebelum terbang, CJH akan diperiksa seluruh barang bawaan dan isi tasnya. Selalu terjadi setiap tahun, banyak CJH yang membawa alat masak macam cobek. Bahkan, jemaah dari daerah tertentu selalu membekali diri dengan obat kuat.

Seperti tahun lalu, obat kuat berupa jamu perkasa itu dilekatkan di tubuh jemaah. Tidak tertutup kemungkinan, hal yang sama terulang tahun ini. “Kami terus sosialisasikan barang bawaan ini. Jemaah dilarang keras membawa obat kuat atau jamu-jamuan,” kata Fatkhul Arif dari Humas Kanwil Kemenag Jatim, Minggu (25/9/2011).

Ada yang meyakini dengan mengonsumsi obat kuat, tenaga mereka makin perkasa saat melakukan ritual haji, seperti melempar jumrah, mencium hajar aswat, sampai keliling kabah atau tawaf.

Sesuai ketentuan, CJH dilarang membawa barang bawaan, seperti senjata tajam, alat cukur, gunting (meski kecil), benda cair lebih dari 200 ml atau seberat gelas air mineral. Selain itu, mereka dilarang membawa rokok lebih dari 40 bungkus dan korek api, terutama yang mengganggu penerbangan dilarang.

Khusus barang bawaan ini, Kemenag Jatim saat ini bekerja ekstra. Setiap tahun, selalu barang bawaan yang dilarang itu malah menjadi langganan bawaan CJH. Tahun ini, larangan bawaan itu harus diindahkan.

Subagiyono, salah satu CJH asal Gresik, mengaku akan mengindahkan larangan mengenai barang bawaan. Apalagi, semakin sedikit barang bawaan semakin nyaman. “Kalau saya, lebih baik membawa bekal secukupnya, misalnya uang secukupnya. Sekadar untuk tombo kepingin,” kata Subagiyono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau