SURABAYA, KOMPAS.com — Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, calon jemaah haji (CJH) diminta mempersiapkan diri. Selain menjaga kesehatan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Emberkasi Surabaya juga mengimbau CJH agar membawa barang secukupnya saja.
Sebanyak 445 CJH asal Bangkalan, Madura, sudah harus masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo pada 1 Oktober. Besoknya, mereka terbang ke Mekkah.
Sebelum terbang, CJH akan diperiksa seluruh barang bawaan dan isi tasnya. Selalu terjadi setiap tahun, banyak CJH yang membawa alat masak macam cobek. Bahkan, jemaah dari daerah tertentu selalu membekali diri dengan obat kuat.
Seperti tahun lalu, obat kuat berupa jamu perkasa itu dilekatkan di tubuh jemaah. Tidak tertutup kemungkinan, hal yang sama terulang tahun ini. “Kami terus sosialisasikan barang bawaan ini. Jemaah dilarang keras membawa obat kuat atau jamu-jamuan,” kata Fatkhul Arif dari Humas Kanwil Kemenag Jatim, Minggu (25/9/2011).
Ada yang meyakini dengan mengonsumsi obat kuat, tenaga mereka makin perkasa saat melakukan ritual haji, seperti melempar jumrah, mencium hajar aswat, sampai keliling kabah atau tawaf.
Sesuai ketentuan, CJH dilarang membawa barang bawaan, seperti senjata tajam, alat cukur, gunting (meski kecil), benda cair lebih dari 200 ml atau seberat gelas air mineral. Selain itu, mereka dilarang membawa rokok lebih dari 40 bungkus dan korek api, terutama yang mengganggu penerbangan dilarang.
Khusus barang bawaan ini, Kemenag Jatim saat ini bekerja ekstra. Setiap tahun, selalu barang bawaan yang dilarang itu malah menjadi langganan bawaan CJH. Tahun ini, larangan bawaan itu harus diindahkan.
Subagiyono, salah satu CJH asal Gresik, mengaku akan mengindahkan larangan mengenai barang bawaan. Apalagi, semakin sedikit barang bawaan semakin nyaman. “Kalau saya, lebih baik membawa bekal secukupnya, misalnya uang secukupnya. Sekadar untuk tombo kepingin,” kata Subagiyono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang