Radikalisme

Antisipasi Teror, Polres Banyumas Siaga Satu

Kompas.com - 26/09/2011, 11:40 WIB

PURWOKERTO, KOMPAS.com — Sebagai langkah antisipasi dini mencegah aksi teror, aparat Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah, menetapkan status siaga 1 di semua gereja dan tempat peribadatan di wilayah Purwokerto dan sekitarnya.

Namun, pengamanan hingga beberapa pekan ke depan akan dilakukan secara tertutup untuk menghindari kepanikan warga.

Kepala Kepolisian Resor Banyumas Ajun Komisaris Besar Untung Widiyatmoko, Senin (26/9/2011), mengatakan, pihaknya telah mendapat instruksi dari Polda Jateng untuk mengamankan gereja dan tempat ibadat umat Kristiani hingga beberapa pekan ke depan.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak gereja, seperti pendeta ataupun pastor," katanya.

Hal ini sebagai buntut dari bom bunuh di Gereja Bethel Injil Semesta (GBIS), Kepunton, Solo, pada Minggu siang, yang menyebabkan satu orang tewas, yaitu pelaku bom bunuh diri.

Menurut Untung, pengamanan sejumlah gereja di Banyumas melibatkan ratusan polisi dan aparat polsek terdekat. Polisi juga melakukan patroli 24 jam ke sejumlah gereja. Pengamanan ketat dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi serupa seperti yang terjadi di Solo.

"Pengamanan tidak akan dilakukan secara terang-terangan untuk menghindari kepanikan masyarakat. Selain itu, divisi intel kami juga akan bertugas lebih keras untuk mengantisipasi segala kemungkinan," kata Untung.

Selain itu, aparat kepolisian juga meningkatkan pengamanan di sejumlah obyek vital nasional, seperti kilang minyak Pertamina di Cilacap. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau