Bom solo

Identitas Pelaku Bom Dipastikan Setelah Identifikasi

Kompas.com - 26/09/2011, 12:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar mengungkapkan, dugaan sementara jenazah terduga pelaku bom GBIS termasuk dalam daftar pencarian orang dari peristiwa pengeboman di Cirebon beberapa waktu lalu. Menurut dia, terdapat kemiripan foto DPO dengan jenazah terduga pelaku bom. Namun, kepolisian belum bisa memberikan nama pelaku karena proses identifikasi masih terus berjalan di RS Polri Sukanto, Kramat Jati.

"Mirip, secara fisik sudah dilihat. Mudah-mudahan utuh wajahnya. Diduga kuat adalah terkait pelaku Cirebon. Data lengkapnya kami belum bisa menyampaikan. Namanya juga belum bisa disampaikan. Hasil pemeriksaan resmi, kalau selesai hari ini berkas selesai akan disampaikan. Kalau tidak, mungkin besok, ya," ujar Boy di Gedung Bareskrim Polri, Senin (26/9/2011).

Saat ini, kata Boy, Polri tengah melakukan pemeriksaan dan identifikasi jenazah pelaku yang dilakukan tim identifikasi, tim kedokteran, dan tim ahli forensik. Terkait dengan keputusan DNA juga akan dilakukan otopsi bedah mayat yang diduga pelaku bom tersebut.

"Untuk yang kami duga terakhir ini pihak kami telah memperoleh data pembanding DNA-nya. Sementara ini keluarganya sudah diketahui. Sedang dalam penyelidikan. Sudah ada di petugas kami. Namun, kami perlu pembuktian lebih lanjut," ujarnya.

Saat ini, jenazah terduga pelaku sudah berada di RS Polri Sukanto untuk menjalani proses identifikasi. Polisi juga menghimpun sidik jari untuk memastikan identitas terduga pelaku.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau