JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar menyatakan, saat ini kepolisian mempelajari CCTV Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton, Solo, Jawa Tengah, untuk melacak pergerakan terduga pelaku bom sebelum beraksi pada Minggu (25/9/2011) siang.
"Ada terlihat yang bersangkutan melewati pintu masuk itu dan keluar kembali. CCTV kita peroleh di gedung gereja," ujar Boy di depan Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (26/9/2011).
Sementara mengenai motif bom bunuh diri, kata Boy, Polri belum bisa memberi kesimpulan dan harus menunggu penyelidikan lebih lanjut. Meskipun demikian, diduga ada kemiripan aksi bom bunuh diri ini dengan peristiwa bom bunuh diri di Masjid Adz Dzikro, areal markas Kepolisian Resor Cirebon, Jawa Barat Cirebon 15 April 2011.
"Kalau kita belajar dari pengalaman terhadap aksi teror yang lalu, kan, ada penyerangan terhadap petugas di dalam lingkungan kantor polisi dan masjid. Kalau untuk mengetahui motif yang terakhir ini perlu didalami lebih lanjut lagi terhadap jaringan mereka," paparnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, terduga pelaku bom bunuh diri diketahui berbaur bersama jemaat yang melaksanakan ibadah hari minggu di GBIS. Namun, ia tidak ikut beribadah saat itu. Setelah kebaktian usai, pukul 10.55 WIB, pelaku meledakkan bom yang dililitkan di tubuhnya.
Pria tersebut pun diketahui mengganti pakaiannya di sebuah warnet, 200 meter dari gereja. Ia memakai baju kemeja putih, celana hitam, dan sepatu kets. Berdasarkan keterangan saksi di TKP, terduga pelaku telah memantau gereja tersebut sehari sebelumnya, tepatnya Sabtu (24/9/2011).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang