Bom bunuh diri di solo

Polri Telusuri CCTV GBIS Kepunton

Kompas.com - 26/09/2011, 12:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar menyatakan, saat ini kepolisian mempelajari CCTV Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton, Solo, Jawa Tengah, untuk melacak pergerakan terduga pelaku bom sebelum beraksi pada Minggu (25/9/2011) siang.

"Ada terlihat yang bersangkutan melewati pintu masuk itu dan keluar kembali. CCTV kita peroleh di gedung gereja," ujar Boy di depan Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (26/9/2011).

Sementara mengenai motif bom bunuh diri, kata Boy, Polri belum bisa memberi kesimpulan dan harus menunggu penyelidikan lebih lanjut. Meskipun demikian, diduga ada kemiripan aksi bom bunuh diri ini dengan peristiwa bom bunuh diri di Masjid Adz Dzikro, areal markas Kepolisian Resor Cirebon, Jawa Barat Cirebon 15 April 2011.

"Kalau kita belajar dari pengalaman terhadap aksi teror yang lalu, kan, ada penyerangan terhadap petugas di dalam lingkungan kantor polisi dan masjid. Kalau untuk mengetahui motif yang terakhir ini perlu didalami lebih lanjut lagi terhadap jaringan mereka," paparnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, terduga pelaku bom bunuh diri diketahui berbaur bersama jemaat yang melaksanakan ibadah hari minggu di GBIS. Namun, ia tidak ikut beribadah saat itu. Setelah kebaktian usai, pukul 10.55 WIB, pelaku meledakkan bom yang dililitkan di tubuhnya.

Pria tersebut pun diketahui mengganti pakaiannya di sebuah warnet, 200 meter dari gereja. Ia memakai baju kemeja putih, celana hitam, dan sepatu kets. Berdasarkan keterangan saksi di TKP, terduga pelaku telah memantau gereja tersebut sehari sebelumnya, tepatnya Sabtu (24/9/2011).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau