CIREBON, KOMPAS.com- Hayat (23), salah satu buron bom Cirebon yang kini diduga terlibat dalam peledakan bom di Solo pada Minggu (26/9/2011), dikenal oleh tetangganya di Desa Plumbon, RT 19 RW 07, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, sebagai orang yang pendiam dan misterius. Dia sering kali bahkan tidak di rumah.
"Orangnya diam tak pernah bertegur sapa. Saya juga kurang paham kegiatannya sehari-hari. Dia sering pulang malam, setelah pukul 18.00," kata Ketua RT 19 Elly Ermawati, Senin (26/9/2011).
Rumah Elly hanya berjarak tiga rumah dari rumah Hayat. Saat didatangi, rumah Hayat sepi. Di rumah hanya ada adik iparnya, Dzikri, yang berusia sekitar 20 tahun.
Namun, Dzikri menolak diwawancarai dan nampak enggan menerima orang masuk ke rumahnya. Rumah bercat merah muda itu tertutup rapat.
Rosidi (54), tetangga Hayat lainnya, menuturkan, Hayat jarang bersosialisasi. "Enggak pernah bertegur sapa," katanya.
Dalam pemberitaan sejumlah media, nama Hayat disbut sebagai Achmad Yosefa Hayat, warga Ciledug, diduga sebagai pelaku bom Solo. Di dalam daftar buron Kepolisian Resor Cirebon terdapat nama Hayat.
Belum diperoleh keterangan apakah nama Hayat dan Achmad Yosefa Hayat itu adalah orang yang sama, meski sudah banyak pihak menyebut pelaku bom Solo terkait Cirebon. Yang jelas, istri Hayat yang dari Plumbon itu bernama Dewi Yosefa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang